Mengenal Sifat Asli Itik di Habitatnya

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 25, 2021

Sumber: Pertanianku.com


Itik atau bebek termasuk hewan ternak yang digemari di Indonesia. Bebek merupakan istilah yang umum digunakan dalam bahasa sehari-hari dan merupakan serapan dari bahasa Jawa. Sementara itu, itik merupakan bahasa Indonesia yang benar. Daging dan telur itik memiliki nilai ekonomi yang menjanjikan karena rasanya yang lezat dan bergizi. Sifat itik yang paling terkenal adalah mampu beradaptasi dengan baik di berbagai daerah.

Hewan yang memiliki selaput di kakinya ini dapat hidup di daerah beriklim tropis ataupun subtropis. Itik liar secara rutin melakukan migrasi saat pergantian musim. Biasanya, itik bermigrasi dari wilayah utara ke wilayah selatan yang lebih hangat, seperti Amerika Selatan hingga ke Asia Tenggara.

Kemampuan adaptasi itik didukung oleh perilaku makannya yang tergolong omnivora. Itik dapat memakan biji-bijian, rumput, umbi, serta hewan-hewan kecil, seperti moluska, serangga, amfibi kecil, dan cacing tanah.

   

Itik liar biasanya membangun sarang di dekat sumber air seperti di tepian sungai, kolam, danau, rawa, sawah, atau kawasan pertanian. Pada dasarnya itik memang senang dengan lingkungan air karena kebiasaannya yang senang berendam. Apalagi, itik memiliki jari berselaput yang kerap digunakan untuk berenang.

Di habitat aslinya, itik akan membangun sarang di lokasi yang paling aman dari ancaman predator, seperti di sela-sela rerumputan atau semak. Begitupun saat itik sedang bertelur, hewan ini akan mencari tempat-tempat yang aman dan tersembunyi dari predator.

Biasanya, itik betina yang akan bertelur membangun sarangnya di atas tanah dan selalu menutupinya dengan ranting serta dedaunan setiap kali meninggalkannya. Hal ini seakan sudah menjadi naluri alami induk betina melindungi telur-telurnya dari predator.

Uniknya, itik merupakan hewan monogamous, yaitu hanya memiliki satu ekor pasangan dalam jangka waktu yang lama, biasanya selama satu tahun. Namun, kondisi tersebut terjadi sebelum itik-itik dijinakkan. Setelah melalui proses domestikasi, itik berubah menjadi hewan poligamus sehingga itik yang berbeda kelamin bisa dipelihara bersamaan di dalam satu kandang tanpa khawatir menimbulkan dampak buruk.

 Itik liar biasanya membangun sarang di dekat sumber air seperti di tepian sungai, kolam, danau, rawa, sawah, atau kawasan pertanian. Pada dasarnya itik memang senang dengan lingkungan air karena kebiasaannya yang senang berendam. Apalagi, itik memiliki jari berselaput yang kerap digunakan untuk berenang.

Di habitat aslinya, itik akan membangun sarang di lokasi yang paling aman dari ancaman predator, seperti di sela-sela rerumputan atau semak. Begitupun saat itik sedang bertelur, hewan ini akan mencari tempat-tempat yang aman dan tersembunyi dari predator.

Biasanya, itik betina yang akan bertelur membangun sarangnya di atas tanah dan selalu menutupinya dengan ranting serta dedaunan setiap kali meninggalkannya. Hal ini seakan sudah menjadi naluri alami induk betina melindungi telur-telurnya dari predator.

Uniknya, itik merupakan hewan monogamous, yaitu hanya memiliki satu ekor pasangan dalam jangka waktu yang lama, biasanya selama satu tahun. Namun, kondisi tersebut terjadi sebelum itik-itik dijinakkan. Setelah melalui proses domestikasi, itik berubah menjadi hewan poligamus sehingga itik yang berbeda kelamin bisa dipelihara bersamaan di dalam satu kandang tanpa khawatir menimbulkan dampak buruk.


Tetap Bisa Bertanam Meski di Lahan Sempit

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 24, 2021

Sumber: Pertanianku.com


Permasalahan yang kerap dialami saat ingin bertanam adalah luas lahan. Dahulu, mungkin bertanam memang identik membutuhkan lahan yang luas, tetapi saat ini bertanam tidak melulu di lahan luas. Anda bisa memanfaatkan sisa pekarangan untuk mulai budidaya sayuran. Saat ini ada banyak teknik bertanam di lahan sempit yang bisa Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Anda bisa memilih teknik vertikultur yang tidak memakan banyak tempat.

Vertikultur sendiri ada banyak macamnya, bergantung pada bentuk teknik vertikultur itu sendiri. Berikut ini beberapa macam vertikultur yang bisa Anda terapkan untuk bertanam di lahan sempit.

Vertikultur bertingkat

Pada vertikultur ini wadah tanam disusun secara vertikal bertingkat. Bahan-bahan yang digunakan sebagai wadah antara lain talang air, besi, bambu, dan pipa PVC. Selain bisa digunakan untuk menanam sayur, rak-rak wadah tanam ini juga bisa Anda gunakan untuk menghiasi pekarangan rumah apabila disusun dengan rapi. Dengan begitu, tidak hanya menghasilkan, pekarangan Anda juga menjadi lebih indah.

   

Vertikultur gantung

Vertikultur ini merupakan salah satu teknik yang tidak memakan banyak tempat. Selain itu, teknik ini juga bisa memanfaatkan barang bekas. Umumnya, wadah tanam yang digunakan untuk membuat vertikultur gantung terbuat dari polysac, sepatu bekas, botol bekas, ban bekas, dan lainnya.

Fungsi vertikultur gantung sama dengan yang bertingkat. Sama-sama dapat menjadi wadah tanam dan menghiasi tanaman.

Vertikultur berdiri

Vertikultur berdiri menggunakan pipa PVC sebagai wadah tanam. Pipa tersebut diletakkan berdiri di atas tanah atau wadah lainnya. Sisi-sisi pipa dilubangi sebagai lubang tanam untuk tanaman. Selain pipa PVC, Anda juga bisa memanfaatkan bambu.

Ketiga teknik vertikultur ini sangat cocok diaplikasikan di pekarangan dan bisa menggunakan sistem organik. Dengan begitu, Anda bisa menghasilkan bahan pangan organik sendiri langsung dari pekarangan rumah.

 
 

Cegah Serangan Penyakit dengan Sanitasi Kandang Burung Puyuh

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 22, 2021

Sumber: Pertanianku.Com

Risiko serangan penyakit memang sulit dihindari, apalagi serangannya tiba-tiba. Namun, serangan penyakit bisa dicegah atau diminimalisir dengan melakukan beberapa hal, salah satunya menerapkan sanitasi kandang burung puyuh.

Ada banyak hal yang perlu Anda perhatikan saat menerapkan sanitasi kandang, mulai dari bibit, pakan, kebersihan kandang, hingga kebersihan peralatan kandang dan lingkungan di sekitarnya.

Kandang yang kotor dan lembap serta bau dapat menjadi sarang penyakit. Kondisi tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja karena dapat menyebabkan ternak rentan terserang penyakit. Pengobatan ternak yang sakit terbilang lebih sulit dan akan memakan biaya, tenaga, serta waktu yang lebih banyak. Selain itu, serangan penyakit juga dapat menyebabkan kematian sehingga Anda dapat mengalami kerugian yang lebih besar.

Sebagai peternak, Anda tidak boleh membiarkan hal tersebut terjadi. Oleh karena itu, sanitasi kandang burung puyuh perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit.

Berikut ini beberapa langkah penting menjadikan kandang burung puyuh terbebas dari kuman penyakit.

Litter kandang

Litter di dalam kandang yang menumpuk dan penuh kotoran di lantai perlu dibakar dan dikubur. Lakukan penggantian litter sebanyak 2—3 kali seminggu. Penggantian secara rutin tersebut dapat membuat litter lebih bersih dan bisa dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman

Persiapan kandang sebelum digunakan

Kandang yang akan digunakan sebaiknya disemprot dulu dengan disinfektan, seperti Lysol atau Creolin yang dicampur dengan air. Usahakan kandang juga dikapur untuk memaksimalkan proses pembersihan kandang. Pilihlah disinfektan yang aman, tidak membahayakan ternak. Penyemprotan disinfektan dilakukan minimal dua minggu sekali.

Lingkungan kandang

Lingkungan di sekitar kandang perlu dibersihkan, seperti membersihkan rumput liar. Kegiatan ini berguna untuk menghindari hama seperti tikus, serangga, atau hewan lain yang gemar bersarang di rumput. Hewan-hewan tersebut dapat menjadi vektor bibit penyakit bagi burung puyuh.

Menjaga kebersihan peralatan kandang

Peralatan kandang, seperti tempat makan dan minum, perlu dicuci dan dikeringkan terlebih dahulu sebelum dan sesudah digunakan.

Buat kandang khusus

Sebaiknya, Anda menyiapkan kandang khusus untuk mengisolasi burung puyuh yang sakit. Lokasi kandang ini harus jauh dari kandang ternak yang sehat.

 

Langkah Tepat Menangani Kelahiran Kuda yang Tidak Normal

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 20, 2021

Sumber : pertanianku.com

Tidak semua proses kuda melahirkan berjalan lancar, terkadang ada saja beberapa kasus tidak normal yang ditemui di lapangan. Kelahiran kuda tidak normal umumnya terjadi jika proses melahirkan sudah berlangsung melebihi 20 menit mulai dari keluar kaki dan kepala. Oleh karena itu, Anda perlu siap siaga ketika proses melahirkan sedang berlangsung untuk berjaga-jaga apabila terjadi proses melahirkan yang tidak normal.

Penyebab kelahiran kuda yang tidak normal sangat beragam, seperti kelahiran yang tertunda. Kondisi ini perlu ditangani oleh pekerja yang sudah terlatih, memiliki pengetahuan dan pengalaman, serta kepercayaan diri. Pekerja yang memenuhi semua syarat tersebut akan mampu mengambil tindakan yang tepat.

Bagian yang paling susah dari tubuh anak kuda untuk dikeluarkan adalah bagian atas tulang panggul dan siku. Setelah bagian tersebut keluar, biasanya proses selanjutnya akan mudah.

Pada kasus kelahiran yang tertunda atau kelahiran yang tidak normal, kuda harus segera dideteksi melalui alat genital. Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda persiapkan dan lakukan ketika menghadapi kelahiran yang tidak normal.

  • Siapkan sarung tangan karet.
  • Sikat dan cuci tangan dengan air sabun serta potong pendek kuku agar tidak menghalangi proses pemeriksaan.
  • Dekati induk kuda secara perlahan-lahan, kemudian lap dan bersihkan bagian vulva, rektum, dan pinggul dengan menggunakan larutan antiseptik.
  • Perban pangkal ekor.
  • Olesi tangan dengan antiseptik.
  • Masukkan tangan sepanjang atas vagina secara perlahan-lahan dengan punggung telapak tangan mengarah ke rektum. Deteksi dengan benar posisi ketidaknormalan yang terjadi.
  • Posisikan letak anak kuda ke posisi yang benar.
  • Bantuan sebaiknya dilakukan oleh dua orang, satu orang untuk satu kaki.
  • Pada saat induk mengejan, tahan bagian kaki agar tidak masuk lagi.

Proses kelahiran yang berlangsung lama dapat menyebabkan risiko kematian yang tinggi pada anak ataupun induk. Kematian anak disebabkan oleh tekanan dari tulang pinggul induk terhadap tulang rusuk. Sementara itu, risiko kematian pada induk karena kehabisan tenaga akibat mengejan. Proses melahirkan merupakan masa kritis pada kuda dan merupakan waktu yang dinanti-nantikan setelah 11 bulan masa kehamilan.

Pakan yang Tepat untuk Penggemukan Sapi Potong

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 19, 2021

Sumber : pertanianku.com

Pakan penggemukan sapi potong ditujukan untuk membentuk rangka (frame) sehingga jumlah pakan yang diberikan harus tepat. Pakan dapat bekerja secara efektif apabila waktu pemberian dan teknik pemberian pakan dilakukan dengan tepat. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui ketiga hal tersebut, yakni jumlah pakan, waktu pemberian, dan teknik pemberian pakan untuk mendukung perkembangan sapi potong lebih maksimal.

Jumlah pakan

Pakan harian yang ditujukan untuk sapi potong adalah bahan kering (BK) sebanyak 3 persen dari total bobot ternak. Misalkan, bobot sapi 330 kg, pakan yang diberikan setiap harinya sebanyak 9,9 kg BK/ekor/hari.

Formula pakan yang bagus untuk memacu pertambahan bobot sapi potong menjadi maksimal terdiri atas 50—70 persen konsentrat. Sisanya dipenuhi oleh pakan sumber serat seperti hijauan atau jerami. Konsentrat sebaiknya minimal diberikan sebanyak 50 persen. Jumlah konsentrat bisa diberikan di atas 75 persen apabila sapi terlihat lahap dan mampu mencerna makanan dengan baik.

Waktu pemberian pakan

Pakan diberikan dua kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. Pemberian pakan di pagi hari berlangsung pada pukul 07:00. Jumlah pakan yang diberikan sebanyak 50 persen. Sementara itu, di sore hari pakan diberikan pada pukul 16:00 dengan jumlah pakan sebanyak 50 persen.

Sapi potong bisa diberikan pakan tambahan berupa serat pada malam hari untuk mengantisipasi rasa lapar yang timbul.

Waktu pemberian pakan harus dilakukan secara teratur dan disiplin. Hal ini berguna untuk menghindari sapi bingung dan stres. Kondisi stres dapat berpengaruh terhadap penambahan pada bobot.

Teknik pemberian pakan

Teknik pemberian pakan pada penggemukan hampir sama seperti pembesaran. Pakan yang diberikan adalah konsentrat. Setelah 1—2 jam, sapi baru diberikan pakan hijauan. Konsentrat yang diberikan lebih dulu berguna sebagai pakan mikrobia rumen. Dengan begitu, ketika pakan hijauan masuk, mikrobia rumen sudah siap dan aktif untuk mencerna hijauan sehingga pakan hijauan yang diberikan dapat dicerna dan diserap oleh tubuh sapi secara optimal.

Jurus Meningkatkan Nafsu Makan Ayam Kampung

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 18, 2021

Sumber : pertanianku.com

Saat ini beternak ayam kampung sudah menjadi bidang usaha yang menjanjikan, mengingat permintaannya tak pernah padam. Ayam kampung terkenal memiliki daging yang lebih lezat dibanding ayam ras. Dahulu, ayam kampung dipelihara secara ekstensif atau dibiarkan mencari makanan sendiri di alam bebas. Namun, cara ini terbukti tidak efektif karena pertumbuhan ayam lebih lambat dan sulit terkontrol.

Pakan memang menjadi salah satu kunci penting dari usaha budidaya peternakan. Ayam yang dilepasliarkan untuk mencari makan sendiri biasanya harga jualnya tidak begitu tinggi. Oleh karena itu, saat ini banyak peternak yang mulai menerapkan sistem ternak intensif. Pada sistem ini seluruh kebutuhan pakan ayam dipenuhi oleh peternak.

Penyediaan pakan tidak bisa dilakukan sembarangan karena dapat memengaruhi nafsu makan ayam. Nafsu makan menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi efektivitas pakan yang diberikan. Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui beberapa faktor yang dapat memengaruhi nafsu makan ayam kampung.

Pakan berkualitas

Pakan berkualitas menjadi salah satu faktor penting dalam usaha memelihara ayam. Namun, Anda juga harus bisa menyesuaikan jenis pakan apa yang harus diberikan. Hal ini bisa dilihat dari kebutuhan ayam tersebut. Misalnya, ayam yang akan diambil dagingnya bisa diberikan konsentrat pedaging. Untuk ayam yang akan diambil telurnya, bisa diberikan konsentrat petelur.

Anda juga bisa menambahkan pakan lain seperti jagung kuning. Ini karena jagung kuning mengandung vitamin dan mineral yang lebih tinggi daripada jenis jagung lainnya. Untuk menambahkan kadar protein, bisa diberikan tepung ikan dan juga dedak bekatul yang halus dan masih baru.

Komposisi pemberian pakan seimbang dan konsisten

Komposisi pakan sebaiknya jangan diubah-ubah. Misalnya, Anda memberikan pakan dengan komposisi konsentrat, jagung, dan dedak bekatul sebesar 20:40:40. Komposisi itu jangan terlalu sering diubah karena ayam harus menyesuaikan kembali dengan rasa jika berubah. Komposisi tersebut dapat disesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing. Misalnya untuk daerah dingin, sebaiknya kandungan kabohidrat dan proteinnya lebih banyak.

Menambahkan dedaunan sebagai pakan tambahan

Anda bisa menambahkan sayuran ke dalam pakan, seperti daun pepaya, singkong, bayam, lengko, pegagan, dan lain-lain. Penambahan daun dapat menghemat beban pakan dan menambah kadar nutrisi di dalam pakan. Dedaunan tersebut perlu diiris tipis-tipis, lalu direbus. Setelah itu, dedaunan bisa dicampur ke dalam pakan ayam.

Berikan obat cacing

Pemberian obat cacing ini bisa menjadi salah satu hal penting. Ayam yang nafsu makannya kurang bisa jadi terkena cacingan.

Green Concentrate Pellet, Pakan Kambing Berkualitas Tinggi

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 17, 2021

Sumber : pertanianku.com

Green concentrate pellet atau GCP merupakan inovasi yang dilakukan di Loka Penelitian Kambing Potong (Lolit Kapo) oleh Dr. Andi Tarigan. GCP adalah pakan ternak yang dibuat dari indigofera, calliandra, bungkil inti sawit, solid (lumpur sawit), gaplek, molase, dan ultramineral.

Pakan kambing ini dibuat dengan panen Indigofera zollingeriana dan Calliandra calothyrsus pada interval 60 hari dan tinggi pemotongan sekitar 1 meter. Pemotongan dilakukan dengan cara memotong bagian tajuk tanaman. Hasil panen tersebut dijemur di atas lantai selama 2—3 hari atau sampai kadar airnya berkurang 20 persen agar tidak menyebabkan perubahan warna hijau pada daunnya.

Setelah itu, daun digiling menjadi tepung hijau menggunakan mesin penggiling dengan saringan diameter 1 mm. Selanjutnya, bahan pelet diaduk selama 10 menit hingga bahan menjadi homogen sesuai dengan formula green concentrate yang sudah disusun.

“Keunggulan GCP berbasis Indigofera zollingeriana adalah dapat meningkatkan pertambahan bobot badan, kecernaan, kualitas nutrisi, kualitas karkas dan daging, profil asam lemak daging yang baik, serta menurunkan kandungan kolesterol daging dan darah kambing boerka,” papar Dr. Andi Tarigan seperti dilansir dari laman litbang.pertanian.go.id.

Pakan GCP dapat menggantikan penggunaan konsentrat konvensional sebagai sumber protein dan energi pada kambing boerka. Secara praktis, pakan kambing ini merupakan pakan berkualitas tinggi untuk kambing boerka. Penggunaan pakan GCP dapat berfungsi untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan pakan konsentrat seperti bungkil kedelai.

Indigofera zollingeriana merupakan leguminosa pohon dengan produktivitas biomassa yang tinggi mencapai 33—51 ton bahan kering/hektare/tahun. Kandungan serat kasar pada leguminosa ini rendah hanya 13—14 persen, kandungan protein kasar mencapai 25—31 persen, dan kecernaan in vitro bahan kering cukup tinggi sekitar 71—86,3 persen.

Leguminosa ini dapat beradaptasi dengan baik pada tanah yang kurang subur, tanah bergaram, dan genangan. Penerapan teknologi pengolahan pakan dapat memaksimalkan potensi dari I. zollingeriana.

Kombinasi antara C. calothyrsus yang mengandung tanin tinggi dan I. zollingeriana dengan kandungan tanin rendah tetapi kadar proteinnya tinggi berpotensi menghasilkan pakan ternak yang baik. Kandungan tanin yang tinggi dapat mengikat protein sehingga protein tidak terdegradasi di dalam rumen. Oleh karena itu, kombinasi pakan tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan bobot badan, produksi susu, performan reproduksi, dan meningkatkan konsentrasi asam lemak tak jenuh ganda pada daging serta susu ternak ruminansia.

Komposisi Pakan Sapi Potong pada Fase Breeding

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 16, 2021

Sumber : pertanianku.com

Komposisi pakan sapi potong diberikan sesuai dengan umur sapi dan tujuan pemeliharaan. Pakan saat fase breeding atau pembibitan untuk indukan betina dan jantan akan berbeda dengan pakan untuk pedet sejak dilahirkan hingga lepas sapih. Pakan menjadi salah satu pendukung keberhasilan proses pembibitan yang tengah dilakukan.

Pada fase breeding atau pembibitan, pakan utama yang perlu diberikan untuk induk sapi adalah hijauan. Pakan hijauan segar dengan serat basah sepert rumput segar diberikan sebanyak 10 persen dari bobot tubuh, sedangkan hijauan serat kering seperti jerami diberikan sebanyak 3 persen.

Pada periode breeding kedua, induk sapi bisa berada pada posisi hamil sekaligus menyusui. Saat itu induk membutuhkan pakan tambahan karena adanya beban kebutuhan nutrisi untuk dirinya sendiri, untuk janin, dan untuk pedet yang tengah menyusu.

Ketika periode menyusui dan hamil terjadi secara bersamaan, Anda harus memerhatikan kuantitas pakan hijauan karena jumlahnya perlu ditingkatkan. Selain itu, induk juga perlu diberikan pakan penguat berupa konsentrat sebanyak 2 persen dari bobot indukan. Jumlah pakan tersebut tetap diberikan pada induk hingga pedet yang menyusu sudah memasuki masa lepas sapih.

Setelah pedet berhenti menyusu, jumlah konsentrat yang diberikan dikurangi menjadi ½ persen dari bobot tubuh. Sementara itu, serat basah tetap diberikan maksimal 10 persen dari bobot tubuh atau serat kering sebanyak 3 persen dari bobot tubuh.

Pakan sapi potong pada fase breeding perlu diberikan dua kali sehari sehingga satu kali pemberian pakan diberikan sebanyak ½ dari kebutuhannya dalam sehari. Pakan diberikan pada tempat pakan yang sudah disediakan.

Hijauan yang akan diberikan bisa dilayukan terlebih dahulu, dipotong kecil-kecil, atau diberikan dalam bentuk olahan berupa hay ataupun silase. Olahan hay dan silase merupakan solusi untuk mengatasi masalah ketersediaan pakan yang sering terjadi pada musim kemarau, saat jumlah pakan hijauan menurun. Kini, banyak peternak yang mulai membuat hay dan silase pada awal masa ternak agar produksi peternakan tidak terganggu oleh masalah pakan.

Saat induk sapi bunting dan menyusui, sebaiknya berikan konsentrat terlebih dahulu, kemudian berikan pakan hijauan. Cara ini dinilai efektif membuat nutrisi di dalam pakan hijauan dicerna oleh tubuh induk.

Kelebihan dan Kekurangan Kandang Postal untuk Ayam Elba

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 15, 2021

Sumber : pertanianku.com

Kandang postal dapat digunakan untuk memelihara ayam yang berumur 1—2 bulan hingga menjadi pullet berumur 4,5—5 bulan. Kandang ini memungkinkan anak ayam bergerak lebih leluasa. Kandang dilengkapi dengan litter atau alas kandang. Saat Anda memutuskan menggunakan jenis kandang ini, Anda harus menyesuaikan luas ruangan kandang dengan jumlah ayam yang dipelihara.

Umumnya, kandang postal adalah kandang dengan lantai yang bertumpu pada tanah atau semen tetapi dilapisi litter. Litter berfungsi sebagai penutup lantai agar dapat menjaga kehangatan di dalam ruangan kandang. Litter biasanya dibuat setebal 5 cm hingga 10 cm. Litter ini perlu diganti setiap enam bulan sekali dengan yang baru. Untuk hasil yang lebih baik, Anda bisa mengganti 25 persen litter di dalam kandang dengan yang baru setiap tiga bulan.

Bahan yang digunakan untuk litter adalah campuran pasir, sekam, dan kapur tohor. Bagian untuk sekam padi sebanyak 80 persen, pasir 15 persen, dan kapur 5 persen. Sekam padi berfungsi memberikan kehangatan pada ayam, kapur mencegah terbentuknya gas ammonia dan berfungsi membunuh kuman, sedangkan pasir berfungsi untuk mencegah penggumpalan.

Kandang postal berukuran 4 m × 4 m × 2,5 m dapat digunakan untuk menampung 200 ekor anak ayam berumur satu bulan hingga menjelang remaja atau berumur 2 bulan. Tingkat kepadatan yang digunakan di dalam kandang ini mencapai 12—13 ekor/m2. Kandang ini juga bisa digunakan untuk membesarkan ayam remaja dan menjelang dewasa. Tingkat kepadatan untuk ayam remaja sekitar 5—7 ekor/m2 dan untuk ayam menjelang dewasa sekitar 4 ekor/m2.

Kandang postal memiliki keuntungan dan kelebihan tersendiri seperti berikut ini.

Kelebihan

Kandang yang bertumpu pada lantai semen atau tanah dapat memudahkan peternak dalam menghemat biaya dan tempat. Peternak juga bisa membangun kandang di tempat yang tidak begitu luas. Kotoran yang dihasilkan ayam di dalam kandang postal tidak perlu terlalu sering dibersihkan.

Penggunaan sekam sebagai litter tak hanya mampu menjaga suhu di dalam ruangan, tetapi juga bisa menjadi tambahan vitamin B12 bagi ayam.

Kerugian

Tingkat penularan penyakit di dalam kandang postal terbilang tinggi dan cepat. Peternak sulit melakukan identifikasi kondisi kesehatan hewan melalui kotoran. Risiko lainnya timbul dari kondisi litter yang basah atau lembap. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penyakit cacingan dan koksidiosis.

Brucellosis, Penyakit Keguguran Sapi yang Menular

Posted in artikel peternakan dan pertanian on Oct 14, 2021

Sumber : pertanianku.com

Penyakit brucellosis atau keguguran sapi yang menular disebabkan oleh serangan bakteri Brucella abortus Bang. Penyakit ini ditandai dengan gejala yang sangat mudah diamati. Pada sapi jantan terlihat skrotum yang membengkak atau membesar, nafsu makan menurun, dan demam. Namun, semua gejala tersebut terkadang tidak selalu tampak.

Gejala serangan penyakit terhadap induk betina adalah keguguran pada pertengahan bunting. Anak yang gugur biasanya mati dan berwarna kecokelatan. Sementara itu, induk yang berhasil melahirkan akan melahirkan anak sapi yang lemah dan tidak berkembang. Bagian ambing dan alat kelamin betina kadang terlihat membengkak.

Penyakit keguguran sapi ini harus segera diatasi karena bisa mengakibatkan kerugian bagi peternak. Pasalnya, tak hanya dapat menggugurkan kandungan, tetapi penyakit juga bisa menular ke sapi yang lain. Penyakit yang sudah menular akan lebih susah dikendalikan dan memakan biaya yang lebih mahal. Untuk itu, sebaiknya lakukan pemantauan kondisi kesehatan sapi secara rutin dan lakukan pengobatan dengan tepat.

Penularan penyakit terjadi karena kontak langsung saat proses perkawinan dengan pejantan yang tampak sehat, padahal pejantan tersebut membawa penyakit. Selain itu, penyakit menular melalui pakan dan air minum yang ditulari oleh janin yang digugurkan. Penyakit keguguran sapi juga ditularkan melalui luka.

Penularan bermula dari rumput yang sudah tercemar. Rumput yang dimakan oleh sapi membawa bakteri. Melalui peredaran darah, bakteri akan berpindah dari pencernaan ke jantung. Dari jantung, bakteri menuju ke berbagai bagian tubuh. Bakteri yang sudah berada di uterus dapat menyebabkan keguguran. Bakteri tersebut akan keluar dari tubuh sapi bersama anak yang mati.

Penyakit ini bisa dicegah melalui beberapa cara. Pertama, Anda perlu melakukan sanitasi atau kebersihan terhadap kandang dan segala peralatan kandang secara teratur. Sapi yang sudah teridentifikasi sakit harus segera dipindahkan ke kandang sendiri (isolasi) untuk mendapatkan perawatan khusus dan tidak menularkan ke sapi yang masih sehat.

Penyakit dapat dicegah dengan program vaksinasi yang dilakukan sebelum sapi siap dikawinkan. Anda harus mewaspadai bibit-bibit yang baru dibeli. Bibit tersebut perlu dipantau kondisi kesehatannya secara berkala.