Kementan Masifkan Pelatihan di NTT Cetak SDM Andal

Posted in berita on Jan 27, 2022

Sumber:  suara Jatim.com


Kementerian Pertanian menggenjot kemampuan literasi keuangan petani di zonasi program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI). Kemampuan literasi petani pun dijamin semakin matang.

Sebab, READSI sudah menyiapkan mentor-mentor terbaiknya. Mereka terdiri para Widyaiswara yang dilatih secara khusus di Ciawi, Jawa Barat, beberapa waktu silam.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengungkapkan penguasaan kemampuan keuangan menjadi kebutuhan penting petani. Sebab, usaha tani pertanian menggunakan modal berupa uang. Jadi, kalkulasi harus detail guna meminimalkan potensi risiko yang muncul.

“Masalah keuangan bisa berdampak kepada kurangnya perencanaan keuangan petani dan bagaimana mengelola keuangan usaha tani,” tutur Mentan SYL.

Ia berharap, semua stakeholder dapat bekerja keras agar KUR Pertanian bisa terus diserap oleh petani.

“Kita lakukan berbagai konsolidasi-konsolidasi yang memungkinkan untuk mengefektifkan KUR itu mulai dari hulu, di pengolahan atau pasca sampai dengan marketnya,” jelasnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penyuluhan pertanian dan fasilitator desa harus mandiri serta modern dalam menjawab tantangan demi mendukung pembangunan pertanian.

“Seperti mampu meningkatkan stok pangan bagi seluruh negeri, memperoleh permodalan lewat KUR dan  meningkatkan kesejahteraan petani hingga ekspor,” katanya.

Dedi mengatakan, tujuan pertanian saat ini yakni mencukupi kebutuhan pangan bagi 273 juta jiwa, Ini semua dapat terwujud apabila produktivitas pertanian meningkat.

“Produktivitas, Kualitas dan Kontinuitas tidak kalah penting serta Sumberdaya Manusia Pertanian yang handal dengan menggunakan teknologi sehingga harga produk dapat bersaing di pasar internasional,” tambah Dedi.

Dalam upaya mencapai tujuan pertanian tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang menyelenggarakan Training of Trainer Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh angkatan 17 dan 18, 25 – 29 Januari 2022. Sebelumnya BBPP Batangkaluku juga telah melaksanakan  Angkatan  1 – 13.

Kegiatan yang dibuka Kepala Kepala BBPP Kupang, Bambang Harianto. Dalam arahannya ia menyampaikan bagi peserta untuk serius dalam menjalankan pelatihan ini.

“BBPP Kupang dipercayakan untuk menyelenggarakan pelatihan ini oleh karena itu kita akan memanfaatkan momen ini untuk benar-benar komitmen untuk  bersama agar pelatihan Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh ini berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya. Semangat untuk semuanya selamat menjalani kegiatan pelatihan dengan baik dan tertib sampai selesai,” katanya.

Pelatihan ini juga sebagai wujud dukungan terhadap pentingnya mencapai tujuan pertanian agar meningkatkan pendapatan di sektor pertanian sehingga taraf hidup juga meningkat secara berkelanjutan.

Sebanyak 424 peserta yang berasal dari 11 Kabupaten mengikuti kegiatan pelatihan ini secara offline di BBPP Batangkaluku dan BBPP Kupang dengan tetap menaati prosedur Kesehatan yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan di tempat yang telah di sediakan agar pelatihan ini berjalan lancar dan baik hingga akhir kegiatan.

BBPP Kupang Gelar Training of Trainer Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh

Posted in berita on Jan 26, 2022

Sumber daya manusia (SDM) dipandang masih menjadi persoalan dalam menciptakan tata kelola keuangan usaha tani dan keuangan rumah tangga petani yang lebih baik.

Kementerian Pertanian melalui Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling Up Initiative (READSI) terus mendorong pendampingan kepada petani agar dapat lebih baik.

Kemampuan literasi keuangan petani di zonasi READSI dijamin semakin matang.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyampaikan penguasaan kemampuan keuangan menjadi kebutuhan penting petani. Sebab, usaha tani pertanian menggunakan modal berupa uang. Jadi, kalkulasi harus detail guna meminimalkan potensi risiko yang muncul.

“masalah keuangan bisa berdampak kepada kurangnya perencanaan keuangan petani dan bagaimana mengelola keuangan usaha tani” tambah Mentan. Ia berharap, semua stakeholder dapat bekerja keras agar KUR Pertanian bisa terus diserap oleh petani.

“Kita lakukan berbagai konsolidasi-konsolidasi yang memungkinkan untuk mengefektifkan KUR itu mulai dari hulu, di pengolahan atau pasca sampai dengan marketnya,” jelasnya.

Di Kesempatan lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penyuluhan pertanian dan fasilitator desa harus mandiri serta modern dalam menjawab tantangan demi mendukung pembangunan pertanian.

“Seperti mampu meningkatkan stok pangan bagi seluruh negeri, memperoleh permodalan lewat KUR dan  meningkatkan kesejahteraan petani hingga ekspor,” katanya.

Dedi mengatakan, tujuan pertanian saat ini yakni mencukupi kebutuhan pangan bagi 273 juta jiwa, Ini semua dapat terwujud apabila produktivitas pertanian meningkat. Sumberdaya Manusia Pertanian yang handal dengan menggunakan teknologi sehingga harga produk dapat bersaing di pasar internasional,” tambah Dedi.

Dalam upaya mencapai tujuan pertanian tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Kupang menyelenggarakan Training of Trainer Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh angkatan 17 dan 18, 25 – 29 Januari 2022. Sebelumnya BBPP Batangkaluku juga telah melaksanakan  Angkatan  1 – 13.

Kegiatan yang dibuka Kepala Kepala BBPP Kupang, Bambang Harianto. Dalam arahannya ia menyampaikan bagi peserta untuk serius dalam menjalankan pelatihan ini.

“BBPP Kupang dipercayakan untuk menyelenggarakan pelatihan ini oleh karena itu kita akan memanfaatkan momen ini untuk benar-benar komitmen untuk  bersama agar pelatihan Literasi Keuangan bagi Fasilitator Desa dan Penyuluh ini berjalan dengan lancar dan mencapai tujuannya. Semangat untuk semuanya selamat menjalani kegiatan pelatihan dengan baik dan tertib sampai selesai,” katanya.

Pelatihan ini juga sebagai wujud dukungan terhadap pentingnya mencapai tujuan pertanian agar meningkatkan pendapatan di sektor pertanian sehingga taraf hidup juga meningkat secara berkelanjutan.

Sebanyak 424 peserta yang berasal dari 11 Kabupaten mengikuti kegiatan pelatihan ini secara offline di BBPP Batangkaluku dan BBPP Kupang dengan tetap menaati prosedur Kesehatan yaitu menggunakan masker, menjaga jarak dan rutin mencuci tangan di tempat yang telah di sediakan agar pelatihan ini berjalan lancar dan baik hingga akhir kegiatan.

P4S KARYA AGRI PELOPOR AGROEDUWISATA BERBASIS PERTANIAN TERINTEGRASI DI NTT

Posted in berita on Jan 13, 2022

by: drh. Firiani Salih


Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya atau disingkat P4S merupakan kelembagaan pelatihan dengan metode permagangan pertanian dan perdesaan yang didirikan, dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok. Tujuan utama pembentukan P4S adalah untuk mempercepat akses dan penerapan informasi teknologi melalui proses pembelajaran petani beserta keluarganya sesuai kondisi nyata  dilapangan. Selain itu, dengan berlatih dan magang di P4S, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraannya.


Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi dan luasnya kebutuhan masyarakat akan akses terhadap pusat pembelajaran yang sekaligus dapat dijadikan tempat berwisata dalam satu lingkungan yang sama menuntut pelaku P4S untuk terus berinovasi menerapkan seluas-luasnya teknologi dalam usahanya demi menjawab kebutuhan masyarakat dan menjadi peluang peningkatan produktivitas usaha dan kesejahteraan petani itu sendiri.


Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, saat ini pertanian menghadapi tantangan yaitu untuk mencukupi pangan bagi seluruh rakyat Indonesia. "Karena itu harus dipastikan ketersediaan pangan di seluruh tanah air. Ketahanan pangan bisa ditempuh melalui pendampingan petani untuk meningkatkan produksi, turun ke lapangan untuk sama-sama tanam, olah tanah, panen, mengolah hasil panen, mendistribusikan hasil panen, sehingga petani mendapat penghasilan yang layak," katanya.


Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi dalam pembukaan kegiatan Bertani On Cloud Pegembangan Agroeduwisata di P4S Karya Agri menyampaikan harapannya terhadap P4S dalam melakukan pengembangan pertanian organik oleh petani andalan demi memenuhi kecukupan kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Pengembangan Pertanian organik modern dengan memanfaat teknologi informasi harus senantiasa dilakukan, sehingga dapat meningkatkan perekonomian petani." ujarnya.


Beliau juga mengharapkan pengembangan P4S yang dilakukan secara modern dengan memanfaatkan teknologi secara maksimal mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas produk yang diusahakan, mengefiensi waktu produksi serta memudahkan pekerjaan petani. Beliau meyakini pertanian modern yang dikelola secara baik dan benar oleh insan pertanian yang bertanggung jawab mampu membawa pertanian menjadi sektor yang membangun NTT menjadi lebih baik dan tentu mendukung ketahanan pangan nasional.


Hingga saat ini telah banyak P4S yang mengembangkan konsep usaha pertaniannya berbasis agroeduwisata dengan tema pertanian terintegrasi dalam satu lokasi yang sama sehingga dapat menjadi tempat pembelajaran proses produksi hasil-hasil pertanian dan peternakan sekaligus menjadi tempat wisata bagi pengunjung yang datang. Hal ini menjadikan kegiatan berwisata semakin bermanfaat dengan sejumlah ilmu yang dapat diperoleh.


P4S Karya Agri menjadi salah satu P4S di Nusa Tenggara Timur yang menerapkan konsep agroeduwisata pertanian terintegrasi demi menjawab kebutuhan masyarakat. P4S yang berlokasi di Kecamatan Alak Kota Kupang ini menghadirkan sejumlah kebutuhan yang diinginkan masyarakat kota untuk tempat berwisata yang dekat dan mudah diakses namun juga menyediakan berbagai fasilitas pembelajaran sekaligus rekreasi yang lengkap dalam satu lokasi.


Memiliki lahan kolam budidaya ikan air tawar yang cukup luas serta sejumlah jenis ikan yang dimiliki dan dikembangkan secara organik, pemancingan ikan menjadi usaha utama P4S Karya Agri. Selain ikan, budidaya ternak ayam buras serta hortikultura organik juga menjadi komoditas utama yang diproduksi di P4S karya Agri. Pemanfaatan sejumlah tanaman lokal menjadi pestisida multiguna serta pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk bokasi yang digunakan kembali di lahan hortikultura menjadikan konsep pertanian terintegrasi di lahan ini semakin lengkap, efisien serta yang terpenting menghasilkan seminimal mungkin limbah (zero waste). 


Demi menunjang fungsinya sebagai tempat wisata, P4S Karya Agri juga memiliki saung tani dengan sejumlah fasilitas yang tersedia selain itu pengunjung juga dapat langsung menikmati hasil tangkapan ikan setelah kegiatan pemanncingan karena P4S karya Agri menyediakan jasa pegolahan ikan menjadi hidangan lezat yang dapat langsung dinikmati di saung tani yang dikelilingi kolam pemancingan dan pemandangan alami yang asri sehingga sangat memanjakan mata.


Sejalan dengan tujuan pembentukan P4S yakni penerapan teknologi demi percepatan informasi pertanian, P4S Karya Agri selain menjadi tempat wisata bagi masyarakat umum, juga menjadi lokasi tujuan PKL dan Magang bagi mahasiswa khususnya fakultas pertanian dan peternakan dari berbagai universtas di Kota Kupang. Selain itu wujud penerapan teknologi lain yang juga diterapkan di P4S Karya Agri adalah dalam pemasaran produk yang dihasilkan yakni dipasarkan secara daring sehingga dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.


Ketua P4S Karya Agri, Roni Nalle saat menjadi narasumber kegiatan Bertani on Cloud menjelaskan sepak terjang P4S Karya Agri yang semenjak didirikan tahun 2000 hingga saat ini terus melakukan pembaharuan dengan memanfaatkan perkembangan teknologi demi peningkatan produktivitas dan kualitas produk yang dihasilkan.


“Konsep P4S agroeduwisata dengan pertanian terpadu menjai daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang berkunjung karena lahan yang dikelola dimanfaatkan semaksimal mungkin sehingga semakin banyak komoditas yang dapat dikembangkan dan setiap bagian saling mendukung demi keberlangsungan ekosistem yang dibentuk” Jelasnya.

Hingga saat ini P4S Karya Agri terus berusaha melakukan pembaruan dengan memanfaatkan semaksimal mungkin perkembangan teknologi dan informasi pertanian yang semakin luas salah satunya dengan membuat lahan riset tanaman hortikultura yang dikembangkan sehingga produk yang dihasilkan dapat semakin ditingkatka kualitasnya. P4S Karya Agri juga selalu terbuka menerima kunjungan baik wisata, PKL maupun Magang, Pelatihan dan lainnya demi meningatkan penyebaran informasi pertanian bagi masyarakat.

Satukan langkah bangun pertanian di NTT BBPP Kupang hadirkan pejabat lintas instansi

Posted in berita on Jan 06, 2022

by: drh. Fitriani Salih


BBPP Kupang Gelar Coffee Morning Bersama Sejumlah Stakeholder Bahas Peningkatan Sektor Pertanian dan Peternakan di NTT Mengawali tahun 2022, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menggandeng sejumlah stakeholder bidang pertanian dan peternakan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) termasuk Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Kepala Stasiun Karantia Kelas I Kupang, Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Pertanian Pembangunan Negeri (SMKPPN) Kupang serta sejumlah Pimpina Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Binaan BBPP Kupang untuk hadir dalam kegiatan Coffee Morning yang digelar pada tanggal 6 Januari 2022 untuk membahas program kerja setiap instansi dalam mendukung pembangunan pertanian Indonesia khususnya di wilayah NTT.


Kegiatan ini dilaksanakan untuk menyamakan langkah dalam pembangunan pertanian di NTT dengan memaparkan program kerja dan tujuan yang ingin dicapai oleh masig-masing instansi sehingga dapat saling mendukung dan melangkah bersama dalam pembangunan sektor pertanian dan peternakan di NTT demi kemajuan pembangunan pertanian serta ketahanan pangan dalam negeri.


Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo dalam kegiatan Rakor Evaluasi 2021 dan Rencana 2022 menyampaikan apresiasi pada setiap insan pertanian yang telah mendukung pembangunan pertanian tahun 2021 sehingga ketahanan pangan nasional dapat ditingkatkan. Lebih lanjut beliau menyampaikan harapannya untuk pembangunan pertanian di tahun 2022 harus terus ditingkatkan dengan menggenjot kegiatan-kegiatan superprioritas dalam mempertahankan ketahanan pangan nasional termasuk meningkatkan produksi komoditas-komoditas pangan yang menjadi andalan melalui program food estate.


Disisi lain Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menyampaikan dukungan penuh dalam upaya pembangunan pertanian indonesia melalui peningkatan SDM Pertanian.  Beliau menekankan peran penting penyuluh pertanian dalam menerapkan inovasi-inovasi berbasis teknologi dilapangan sehingga diharapkan dapat menciptakan efisiensi wakti produksi, peningkatan produktifitas dan kualitas komoditi pertanian.


Sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian yang dipaparkan oleh Menteri Pertanian dan Kepala Badan PPSDMP terkait peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peternakan, setiap peserta yang hadir dalam kegiatan coffee morning yang seluruhnya merupakan pimpinan instansi  pertanian dan peternakan di wilayah NTT menyampaikan program-program strategis yang akan dilaksanakan di tahun 2022 demi meingkatkan produktivitas sektor pertanian dan peternakan di NTT. Terlebih NTT memiliki 2 wilayah food estate yang pengembangannya terus dimaksimalkan sejak tahun 2020 dan diharapkan dapat memberikan hasil maksimal di tahun ini.


Selain food estate, fokus pembangunan pertanian di NTT juga didasarkan pada program gebrakan gubernur NTT yaknis TJPS (Tanam Jagung Panen Sapi) yang diwujudkan dalam berbagai kegiatan salah satunya Integrated Farming berbasis Jagung di NTT.


Dengan sejumlah program yang dipaparkan oleh setiap pimpinan instansi diharapkan pembangunan pertanian dan peternakan di NTT tahun ini dapat mengalami peningkatan secara maksimal. Melalui kegiatan Coffee Morning ini juga setiap pimpinan Instansi dapat saling bertukar pikiran dan mendukung program kerja setiap instansi sejalan dengan tugas pokoknya masing-masing.


Setiap peserta menyampaikan pentingnya kegiatan coffee morning ini diadakan secara rutin dalam format-format yang berbeda dengan mengumpulkan sejumlah penggerak pembangunan pertanian dan peternakan di NTT sehingga diskusi dan evaluasi terkait perkembangan program kerja yang telah dijalankan dapat terus dilakukan dan kinerja setiap intansi dapat terus dimaksimalkan.

BBPP Kupang Gelar Rapat Evaluasi Kinerja TA 2021 dan Rencana Program TA 2022

Posted in berita on Jan 03, 2022

By. drh. Helda Gadja

(04/01/2022) Kupang–NTT Mengawali tahun anggaran 2022 Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan TA. 2021 dan Rencana Kerja TA. 2022. Rapat yang berlangsung di aula lt. 2 BBPP Kupang dipimpin langsung oleh Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto,MM dan diikuti oleh seluruh pegawai. Rapat ini bertujuan untuk mengevaluasi capaian kinerja pada seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan pada tahun anggaran 2021 sehingga dapat diketahui hal-hal yang perlu ditingkatkan maupun yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan kegiatan di TA. 2022.


“Kita harus berani untuk keluar dari zona nyaman, apa yang dikerjakan setiap hari jangan hanya dijadikan sebagai rutinitas belaka. Harus ada yang dihasilkan setiap harinya (menjadi lebih produktif),” Ujar Bambang. Dalam arahannya.


Ditambahkannya bahwa kreatifitas dalam bekerja perlu ditingkatkan sehingga tidak monoton. Seperti halnya Menteri Pertanian yang selalu menggelorakan semangat kepada insan pertanian maka semangat itu juga yang ditularkan Kepala Balai kepada para pegawainya agar senantiasa bekerja dengan luar biasa bukan bekerja biasa-biasa saja.


Pada kesempatan tersebut masing-masing Koordinator dari bagian Bagian Umum, Penyelenggara, Program dan Evaluasi serta Koordinator WI memaparkan hasil evaluasi kegiatan tahun 2021 dan rencana kegiatan tahun 2022 dan dilanjutkan dengan sesi diskusi agar hal-hal yang selama ini menjadi kendala dapat dicarikan solusinya.

“Harapan kami, dengan dilakukannya rapat evaluasi ini bisa menyamakan persepsi, visi dan misi agar kedepannya dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab dapat lebih bersinergi, produktif,”pungkas Bambang.

BBPP Kupang Gelar Workshop Jurnalistik bagi Pegawai

Posted in berita on Dec 15, 2021

By: drh. Helda Gadja


(15/12/2021) Kupang–NTT Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menggelar Workshop Jurnalisitik Penulisan Berita yang bertempat di Aula lantai II dan diikuti oleh pegawai BBPP Kupang. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pegawai BBPP Kupang mengenai tatacara penulisan berita yang baik dan benar agar kedepannya dapat meningkatkan penderasan berita di lingkup Kementerian Pertanian khususnya yang berkaitan dengan kegiatan yang berlangsung di BBPP Kupang.

Dalam kegiatan ini, BBPP Kupang secara khusus mendatangkan narasumber yang berkompeten, yaitu Adiana Ahmad dari media lokal Pos Kupang, turut hadir pula Plh. Kepala BBPP Kupang Bayu Ariawan yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

“Kegiatan yang dilakukan di Balai sangatlah banyak dan tentunya harus diimbangi dengan penderasan pemberitaan, karena jika tidak diberitakan maka terkesan tidak melakukan kegiatan, untuk itu sangat diperlukan pemberitaan agar khalayak umum dapat mengetahui bahwa BBPP Kupang setiap tahunnya banyak menyelenggarakan pelatihan bagi aparatur dan non aparatur. Pemberitaan yang dimaksudkan bukanlah pemberitaan yang asal-asalan melainkan pemberitaan yang ditulis dengan baik, Oleh karena itu pada hari ini kami menyelenggarakan workshop agar Bapak/Ibu diberi pengetahuan sehingga dapat menulis berita yang berkualitas,” Ujar Bayu.

Pada kesempatan tersebut Adiana Ahmad selaku narasumber juga turut memberikan sambutan, “Menulis berita yang baik dan benar memang tidaklah mudah, butuh ketekunan, kemauan dan juga keterampilan. Namun semua itu bisa dilatih, yang terpenting adalah adanya kemauan untuk memulai menulis,”Ujar Adiana.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparkan materi terkait Teknik Meliput dan Menulis berita serta dibuka ruang diskusi, selain itu juga diselingi dengan partisipasi peserta dalam menjawab kuis berhadiah.

Selama kegiatan berlangsung, nampak seluruh pegawai sangat antusias dan bersemangat menikmati setiap rangkaian kegiatan.
Pada akhir acara, Plh Kepala Balai Bayu Ariawan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pegawai karena telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dan juga ucapan terima kasih kepada narasumber yang telah memberikan materi yang sangat bermanfaat bagi para pegawai.
“Kami sangat berharap output dari kegiatan ini adalah nantinya seluruh pegawai mampu menulis berita sesuai dengan tatacara yang telah dijelaskan oleh narasumber, sehingga ke depannya kegiatan yang berlangsung di Balai dapat terus diberitakan dan diketahui oleh masyarakat banyak,” pungkasnya.

No Drugs !! BBPP Kupang Gelar Sosialisasi Anti Narkoba

Posted in berita on Nov 23, 2021

By: Ami Daiman


Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkotika bagi Pegawai BBPP Kupang Selasa 23 November 2021. Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang drh. Bambang Haryanto, MM ini diikuti oleh seluruh pegawai BBPP Kupang dengan antusias. Dalam sambutannya Kepala Balai menyampaikan bahwa kegiatan Sosialisasi Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) telah dilaksanakan sebanyak tiga kali di BBPP Kupang dan bekerjasama dengan BNN Provinsi NTT. Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini adalah untuk mengedukasi seluruh pegawai BBPP Kupang mengenai bahaya penggunaan narkoba dan akibat buruk yang akan ditimbulkan dikemudian hari. ‘Agenda kegiatan hari ini selain sosialisasi juga akan dilakukan pemeriksaan urin pada sejumlah pegawai untuk mendeteksi secara dini penyebaran pengguna zat narkotika dilingkungan BBPP Kupang dan kami berharap tentunya di Balai ini semuanya negatif’ Tutur Bambang

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan sosialisasi P4GN di BBPP Kupang, Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Provinsi NTT Lia Novika Ulya. dalam materinya beliau menyampaikan bahwa untuk keberhasilan P4GN dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat khususnya pegawai lembaga pemerintah sebagai insan yang berilmu untuk bergerak bersama-sama dengan BNN melakukan pemberantasan peredaran narkotika di lingkungan masyarakat.

‘Saya sangat mengapresiasi inisiatif BBPP Kupang untuk melakukan sosialisasi P4GN dan pemeriksaan urin bagi pegawai Balai sebagai salah satu bentuk deteksi dini penyebaran penggunaan narkoba di lingkungan BBPP Kupang” Ujar Ulya. Selanjutnya beliau berharap agar kegiatan positif seperti ini dapat terus dirutinkan di BBPP Kupang. Beliau juga berharap agar setiap orang yang hadir dalam sosialisasi ini dapat berperan sebagai penyebar pesan-pesan penting terkait P4GN melaui tagline sederhana bermakna dalam “#Hidup100% sadar sehat produktif dan bahagia” yang menujukkan bahwa hidup akan lebih berkualitas dengan menjauhi narkoba.

Disela-sela kegiatan sosialisasi Narkoba di  isi dengan game menarik agar peserta tidak bosan dan tetap antusias untuk mengikuti sosialisasi narkoba.

BBPP Kupang Lakukan Monev P4S

Posted in berita on Nov 22, 2021

By: Ami Daiman


KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) fokus dalam peningkatan kapasitas SDM Pertanian. Salah satunya pengembangan kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian Swadaya (P4S). Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementan.

“Dengan SDM pertanian yang berkualitas, kita akan meningkatkan produktivitas pertanian,” tegas Mentan Syahrul.

Kepala Badan PPSDMP, Prof Dedi Nursyamsi menambahkan, pertanian tidak berhenti walaupun di tengah serangan Covid-19, memberikan spirit tersendiri bagi petani. 

“Petani, P4S dan Penyuluh terus bekerja untuk menyediakan pangan bagi 267 juta jiwa rakyat Indonesia. Tentunya dengan mengikuti protokol pencegahan Covid-19, baik di lapangan maupun di manapun berada,” jelas Dedi.

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai pembina dari P4S di wilayah kerjanya terus melakukan identifikasi, Monitoring dan Evaluasi Klasifikasi P4S di beberapa P4S sebagai langkah untuk menumbuh kembangkan kelembagaan P4S. 

Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Klasifikasi P4S dilakukan di beberapa wilayah, salah satunya dilakukan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Klasifikasi P4S ini dilakukan pada tanggal 20 sd 21 November 2021. oleh Tim BBPP Kupang yaitu Kepala BBPP Kupang dr. Bambang Haryanto, Sub Koordinator Kepegawaian dan Rumah tangga Sitti Aminah Daiman, SH dan staf Kepegawaian Ridwan Ulumando, S.Sos

Ka Balai dan Tim melakukan kunjungan Monitoring dan Evaluasi Klasifikasi P4S di P4S Duta Tani di Desa Oabikase Kec. Insana Barat Kab TTU. Ka Balai dan Tim Monev BBPP Kupang di Terima Langsung oleh Ketua P4S ibu Mayesti Naisoko. Tim melakukan monitoring kelayakan dan aktifitas P4S Duta Tani melalui wawancara Quisoner. P4S ini sudah mendapat bantuan berupa Laptop, Kursi Printer dan lemari sebagai sarana penunjang pembelajaran di P4S Duta Tani.

kunjungan ke dua di P4S Tamnau di  Oelolok Desa Ainiut Kec. Insana Kab TTU. Ka Balai dan Tim Monev BBPP Kupang di Terima Langsung oleh Ketua P4S Bapak Marselinus Aplasi, Tim melakukan monitoring kelayakan dan aktifitas P4S Tamnau melalui wawancara Quisoner dan Juga melihat lahan dan irigasi di P4S Tamnau dan komoditi P4S Tamnau yaitu lahan hortikultura dan perikanan. P4S ini sudah mendapat bantuan berupa kursi, meja dan lemari arsip sebagai sarana penunjang pembelajaran di P4S Tamnau

Menurut kepala balai drh. Bambang Haryanto Monitoring dan Evaluasi Klasifikasi P4S merupakan serangkaian kegiatan monev untuk mengetahui sejauh mana P4S melaksanakan tugasnya sebagai sarana pembelajaran petani, dan melihat tumbuhkambangnya apakah produktif mengembangkan pertanian desa untuk kesejahteraan kelompok dan masyarakat sekitar.

" P4s harus terus berkembang baik dari segi komoditi maupun kelembagaan agar menjadi contoh kepada kelompok tani lainnya yang belum bergabung dalam wadah P4S, dan juga harus terus menambah income dari hasil komoditi kelompok agar bisa sejahtera" ujar bambang

lanjutnya" P4S juga harus terus mengasah kemampuan dan ketrampilan terus belajar karena P4S sebagai wadah pembelajaran kelompok tani dan masyarakat P4S harus memberi nilai guna kepada masyarakat"

BPPSDMP Gelar Pelatihan Pertanian Perdana di Kabupaten Lembata

Posted in berita on Nov 16, 2021

By: drh. Fitri Salih

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDMP Kementerian Pertanian secara proaktif terus mengupayakan peningkatan produksi sektor pertanian khususnya di 11 wilayah binaan BBPP Kupang terlebih di wilayah Provinsi NTT.

Demi meningkatkan produktivitas sektor pertanian dalam negeri,, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) selalu berupaya melakukan peningkatan kompetensi SDM Pertanian masyarakat demi mendukung efektifitas dan kemajuan sistem pengolahan pertanian di Indonesia.

Menteri Pertanian Indonesia , Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam berbagai kesempatan selalu mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu fokus Kementerian Pertanian.

“Salah satu fokus kita adalah meningkatkan kualitas SDM. Dengan SDM yang berkualitas tersebut, kita akan meningkatkan pertanian,” ujar Mentan Syahrul.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa BPPSDMP berada di garis terdepan dalam pembangunan SDM pertanian.

“Itu berati segala sesuatu yang terkait peningkatan kapasitas SDM merupakan tugas BPPSDMP ujar Dedi Nursyamsi.

BBPP Kupang akan terus melaksanakan pelatihan-pelatihan teknis pertanian baik bagi peserta aparatur maupun non aparatur dengan tema-tema yang sangat bermanfaat dan tentu sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Kabupaten Lembata menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Pelatihan Teknis Pertanian yang digelar oleh BBPP Kupang di akhir tahun 2021 ini.

Kabupaten Lembata merupakan salah satu wilayah kabupaten di Provinsi NTT dengan potensi sektor pertanian dan peternakan yang sangat menjanjikan.

Serta berpotensi untuk menjadi sumber utama pendapatan dan pembangunan daerah sehingga pelatihan dengan tujuan peningkatan SDM Pertanian masyarakat merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan.

Dengan mengambil tema Pengolahan dan Pengawetan Pakan Ternak, BBPP Kupang gelar pelatihan secara langsung bagi 30 peserta non aparatur di Kabupaten Lembata.

Kegiatan Pelatihan dalam rencana dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 15 sampai 17 November 2021.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata P. Qanisius Tuaq dalam sambutannya menyampaikan cita-cita pembangunan sektor Pertanian dan Peternakan di Kabupaten Lembata khususnya dalam pengembangan ternak kambing, babi dan kuda serta ayam petelur yang sangat tinggi permintaanya di daerah-daerah di sekitar Kabupaten Lembata.

“Kami sangat senang bahwa Kabupaten Lembata menjadi salah satu lokasi pelaksanaan pelatihan pertanian oleh BBPP Kupang yang secara tidak langsung sangat berperan baik bagi tujuan pengembangan sektor Pertanian di Kabupaten Lembata,” ujarnya.

Dalam Pembukaan kegiatan pelatihan ini pula hadir mewakili Kepala BBPP Kupang, Koordinator Program dan Evaluasi BBPP Kupang Bayu Ariawan S.Pd, M.Pd.

Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas antusiasme yang tinggi baik dari pihak pemerintah mauoun masyarakat dalam menyambut kegiatan pelatihan pertanian yang perdana dilaksanakan di Kabupaten Lembata.

“Dengan respon yang sangat baik terhadap kegiatan pelatihan ini, BBPP Kupang dengan senang hati akan terus mendukung program pembangunan pertanian di Kabupaten Lembata dengan terus berupaya melaksanakan pelatihan-pelatihan pertanian dengan tema yang tentunya disesuiakan dengan kebutuhan masyarakat Lembata,” ujarnya

BBPP Kupang Latih Non Aparatur Angkatan LVI Budidaya Ternak Unggas di Rote Ndao

Posted in berita on Nov 15, 2021

By: drh. Helda Gadja

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menggelar pelatihan bagi Non Aparatur Angkatan LVI Budidaya Ternak Unggas di Kabupaten Rote Ndao.

Kegiatan akan berlangsung dari tanggal 15-17 November 2021 bertempat di Dinas Peternakan Rote Ndao dengan jumlah peserta sebanyak 30 orang.

Pelatihan ini akan diisi dengan pemaparan materi oleh Widyaiswara dari BBPP Kupang, selain itu juga akan diadakan praktikum untuk memperkuat pemahaman peserta akan materi yang disampaikan.

Dalam rilis berita yang dikirim ke Media ini, Senin (14/11/2021) dijelaskan bahwa kegiatan Pembukaan Pelatihan bagi Non Aparatur Angkatan LVI (Budidaya Ternak Unggas) dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Rote Ndao Hermanus Haning, S.Pt dan dihadiri oleh perwakilan BBPP Kupang Ir. Nambut Maksimus beserta jajarannya.

Pada kesempatan tersebut, Ir. Nambut Maksimus dalam sambutannya menyampaikan, Kementan walaupun dalam kondisi pandemi covid 19 seperti sekarang ini tetap eksis.

Terbukti dengan ditingkat nasional pertumbuhan ekonomi di bidang pertanian bertumbuh positif.

Hal ini juga bisa tercapai berkat kerja keras dari bapak ibu petani, selain itu pertanian juga membuktikan eksistensinya dengan tetap menyediakan pangan bagi 273 juta jiwa masyarakat Indonesia.

Menurut Maksi, para petani jangan cepat puas dengan pecapaian yang ada namun harus tetap bekerja dengan luar biasa agar komoditi yang dikembangkan nantinya dapat diekspor.

“Hari ini secara khusus, kita ada di sini untuk meningkatkan pengetahuan dn keterampilan khususnya tentang budidaya ternak unggas, BBPP Kupang mendukung hal tersebut dengan menyelenggarakan pelatihan untuk peningkatan kompetensi terkait budidaya ternak unggas,” ungkap Maksi.

Ditambahlannya bahwa pelatihan yang akan berlangsung selama 3 hari ke depan diharapkan agar dapat dimanfaatkan oleh peserta semaksimal mungkin dengan aktif bertanya kepada fasilitator agar bisa mendapat banyak pengetahuan.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Peternakan Kab. Rote Ndao Hermanus Haning, S.Pt menyampaikan bahwa dalam situasi seperti sekarang ini harus memiliki rasa kerelaan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas.

“Situasi saat ini,kita harus memiliki kerelaan melakukan sesuatu dengan penuh rasa tanggungjawab dan keikhlasan karena tidak banyak orang melakukan melakukan tugasnya dengan rasa ikhlas dan tanggung jawab,” ujar Hermanus.

Ditambahkannya bahwa fenomena yang selama ini terjadi adalah banyak petani berebut untuk bisa mendapat bantuan dari Pemerintah namun minim kesiapan dan kelanjutan pemanfaatan bantuan terbilang tidak jelas.

Biasanya, lanjut Hermanus, untuk dapat bantuan, banyak orang sampai berebut tetapi yang harus benar-benar diperhatikan adalah seperti apa kesiapan yang dimiliki.

Juga kelanjutan dalam mengelola bantuan yang telah diterima harus benar-benar dirancang dan dikelola dengan baik.

Oleh karena itu dirinya berharap peserta bisa mengikuti pelatihan ini dengan baik, bertanyalah sebanyak banyaknya dan sharing pengalaman dan informasi supaya bisa sebagai tambahan pengetahuan