Kementan Beri Reward Penyelenggara Pelatihan Literasi Keuangan Sebagai Bentuk Apresiasi

Sumber: Humas BPPSDMP

JAKARTA - Apresiasi nyata diberikan Kementerian Pertanian terhadap pengembangan pertanian dan pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Di antaranya dengan memberi reward untuk penyelenggara pelatihan literasi keuangan. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan pertanian yang kokoh jadi tiang utama negara. Pembangunan tidak mungkin dilakukan tanpa pangan yang mencukupi bagi seluruh masyarakat.

“Keberhasilan pertanian ditentukan oleh pertanian yang terencana dan visible. Yang kedua adalah kelembagaan pertanian dalam kelompok tani, pengembangan SDM pertanian yang baik melalui pelatihan, serta permodalan usaha tani melalui KUR,” ujar Mentan SYL.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, menambahkan pelatihan literasi keuangan dilaksanakan untuk meningkatkan usaha tani petani. 

"Dalam pelatihan diajarkan kepada petani maupun penyuluh bagaimana cara mengakses KUR sebagai sumber permodalan, pengelolaan dana modal KUR dalam mengembangkan usaha agribisnis petani, serta mekanisme petani maupun penyuluh dalam mengembalikan kredit usaha yang dipinjam bahkan meningkatkan modal untuk scaling-up usaha pertanian," kata Dedi.

Kementerian Pertanian sendiri telah menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan serentak di 6 provinsi yaitu Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Nusa Tenggara Timur, di 18 Kabupaten atau di 342 desa wilayah binaan Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative (READSI), 20-24 Agustus 2022. 

Pelatihan Literasi tersebut dilaksanakan melalui pembiayaan dari Fund for Agricultural Development (IFAD). Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan petani agar semakin baik mengelola keuangan sehingga kesejahteraannya ikut meningkat. Tata kelola keuangan sangat penting agar usaha pertanian bisa berkelanjutan, terlebih di tengah ancaman krisis iklim saat ini. 

Penyelenggaraan kegiatan tersebut dievaluasi dalam pertemuan di Hotel Santika BSD Serpong pada 30 Agustus sampai 1 September 2022 dengan menghadirkan seluruh panitia di 18 kabupaten Program READSI penyelenggara Pelatihan Literasi Keuangan

Dalam kegiatan tersebut dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pelatihan, performa fasilitator dan pemahaman materi oleh peserta.

Hasil evaluasi menunjukkan pelatihan literasi keuangan diikuti dengan antusias oleh peserta. Di tengah adanya keterbatasan di lokasi pelatihan, peserta tetap mengikuti pelatihan selama 4 hari. 

Selain itu hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman terhadap literasi keuangan melalui adanya peningkatan nilai pre test dan post test. 

Peserta memahami pentingnya pencatatan keuangan keluarga maupun usaha agribisnisnya.    

Dalam kegiatan evaluasi, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Leli Nuryati, mengapresiasi kerja keras panitia yang telah  menyelenggarakan pelatihan literasi keuangan di wilayah program READSI dan memberi reward untuk mengikuti Fornas P4S di Bali kepada 5 kabupaten terbaik yaitu, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, Pohuwato, Sambas,dan Kupang.

Leli Nuryati menjelaskan, pelatihan literasi keuangan yang diselenggarakan di  18 Kabupaten lokasi READSI dilakukan secara serentak di 342 desa pada tanggal 20 – 24 Agustus 2022 lalu dan dibuka oleh Menteri Pertanian RI dengan Jumlah peserta 28 orang di setiap desa titik lokasi pelatihan dengan jumlah total peserta sejumlah 9.492 orang telah sukses penyelenggaraannya. 

Semua hal itu tidak lepas dari Kerjasama Pusat, DPMO, Widyaiswara, Tenaga ahli pemberdayaan, Penyuluh hingga Fasilitator Desa.

“Saya berterima kasih kepada semua yang terlibat dalam penyelenggaraan pelatihan ini semoga pelatihan yang kita adakan ini bermanfaat untuk menambah wawasan petani dalam pencatatan keuangan, sehingga petani dapat mengaplikasikan apa yang telah dilatih oleh Fasilitator dan sukses dalam mengatur keuangan bisnis usaha taninya," katanya.

Views: 25

Posted in berita on Sep 02, 2022