WIDYAISWARA BBPP KUPANG LAKUKAN KAJIAN ILMIAH INOVASI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN MENGGUNAKAN PANGAN LOKAL KHAS NTT

By: drh.  Fitriani Salih

Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya, Disebutkan bahwa Widyaiswara merupakan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai Pejabat Fungsional dengan tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak untuk melakukan kegiatan mendidik, mengajar, melatih, evaluasi dan Pengembangan Diklat pada lembaga Diklat Pemerintah.

Dalam menunjang tugas dan fungsinya, Widyaiswara diwajibkan melakukan pengembangan profesi serta kegiatan-kegiatan penunjang jabatan yang salah satunya adalah Pembuatan karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan mengingat tugas utamanya sebagai pendidik, pengajar dan pelatih baik bagi masyarakat aparatur maupun non aparatur.

Dengan tugas dan tanggung jawab yang sangat besar ini, peran widyaiswara khususnya widyaiswara di Lembaga-lembaga Pelatihan Kementerian Pertanian yang berada dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin mumpuni untuk dipergunakan sebaik-baiknya dalam mencipatakan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat khususnya masyarakat yang akan dilatih. 

Hal penting inilah yang mendasari Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang untuk terus melakukan penelitian, kajian ilmiah memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas dan perkembangan teknologi informasi demi mewujudkan Sumber Daya Manusia Pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing dan berjiwa wirausaha.

Menteri Pertanian Indonesia, Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan kerap meyampaikan pentingnya SDM sebagai faktor utama penentu kemajuan pembangunan pertanian Indonesia.
“Pertanian yang maju dan masa depan bangsa ditentukan oleh SDM pertanian yang berkualitas. SDM berkualitas tergantung peran widyaiswara salah satunya, sebagai guru bangsa. Karenanya saya minta widyaiswara juga terus belajar, bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada dan ending processnya bisa meningkatkan pendapatan petani,” Ujarnya setelah memberikan penghargaan kepada Widyaiswara berprestasi beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut beliau menjelaskan, hasil dari berbagai kegiatan pengembangan kapasitas meliputi pelatihan, seminar, magang penelitian dan lain sebagainya yang sudah dilakukan oleh para widyaiswara harus diteruskan kepada para petani/pengusaha agribisnis supaya memberikan nilai tambah dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani.

Pesan serupa juga kerap disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi. Menurutnya, Kementerian Pertanian hingga saat ini terus berupaya maksimal menunjang peningkatan kompetensi widyaiswara melalui berbagai kegiatan seperti Training of Trainer (TOT), Seminar, Webinar, Workshop dan sejumlah kegiatan lainnya yang diharapkan mampu menjadi pembakar semangat Widyaiswara untuk terus berkarya, berinovasi menciptakan gebrakan-gebrakan baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan berpengaruh baik terhadap nilai positif pembangunan pertanian Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang bergeak di bidang pertanian dan peternakan.

Menindalanjuti arahan Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian yang mewajibkan adanya pengembangan jurnal lingkup Kementerian Pertanian khususnya di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Widyaiswara BBPP Kupang pada hari Rabu tanggal 7 September 2022, bersama Kepala Balai dan sejumlah Pejabat baik struktural dan fungsional melakukan kegiatan pertemuan dan diskusi serta presentasi Proposal Penelitian atau Pengkajian Ilmiah oleh Tim Widyaiswara untuk selanjutnya diteliti. Beberapa topik yang menjadi ide utama proposal kajian ilmiah milik widyaiswara BBPP Kupang adalah Inovasi Pengolahan Hasil Pertanian dan Peternakan memanfaatkan potensi pangan lokal seperti kelor dan singkong. 

Adapula inovasi pengolahan hasil pertanian memanfaatkan sayuran bergizi tinggi yang kurang diminati jika diolah secara mandiri untuk kemudia dikolaborasi menggunakan berbagai bahan pangan untuk menjadikan produk bergizi tinggi yang bermanfaat besar bagi kesehatan konsumen namun juga memiliki cita rasa yang lezat.

Selain fokus pada inovasi pengolahan hasil pertanian dan peternakan, rencana penelitian widyaiswara BBPP Kupang juga mencakup analisis usaha terhadap produk inovasi yang dihasilkan sehingga diakhir masa penelitian diharapkan hasil yang diperoleh dapat bermanfaat baik bagi sesama widyaiswara dan akademisi namun yang terpenting adalah hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan contoh saat melaksanakan pelatihan bagi masyarakat.

Kepala BBPP Kupang, drh Bambang Haryanto yang ikut dalam acara pemaparan proposal Penelitian Widyaiswara BBPP Kupang ini menyampaikan dukungan penuhnya kepada semua widyaiswara maupun pejabat fungsional lainnya yang ingin melakukan penelitian atau pengkajian ilmiah terkait suatu topik yang nantinya akan sangat berdampak besar kepada masyarakat. Beliau juga mendorong semua widyaiswara untuk semangat melakukan penelitian dan pengkajian ilmiah terlebih dikondisi alam Nusa Tenggara Timur yang bisa dikatakan khas dengan lahan keringnya sehingga menurutnya sangat banyak topik yang bisa digali melalui pengkajian ilmiah untuk selanjutnya dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat.

Views: 27

Posted in berita on Sep 08, 2022