BBPP Kupang Gelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah/Jurna

Posted in berita on Nov 29, 2022

By: drh. Helda A Gadja

Noelbaki, (29/11/2022) Dalam rangka menambah wawasan pejabat fungsional tertentu mengenai penulisan karya ilmiah, maka Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menggelar Workshop Penulisan Karya Ilmiah/Jurnal pada Selasa, 29 November 2022 yang bertempat di aula utama BBPP Kupang. Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Struktural (Koordinator/Sub Koordinator), Widyaiswara (WI), Fungsional tertentu/khusus dan Staff Senior (administrasi). Kegiatan workshop ini penting dilakukan mengingat akan Penulisan Karya Ilmiah merupakan kewajiban ASN dengan jabatan fungsional untuk pengembangan profesi dan juga meningkatkan sumber daya manusia.

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang selalu mendorong SDM Pertanian Indonesia agar semakin unggul lewat peningkatan kapasitas dan kemampuan diri. 

“SDM Pertanian yang handal, berkualitas, professional dan berdaya saing menjadi faktor penting dalam pembangunan pertanian di Indonesia,” ujar SYL
Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, menjelaskan bahwa jati diri sebagai widyaiswara ditentukan oleh jurnal ilmiah dan kualitasnya.

"Menulis Jurnal Ilmiah bagi widyaiswara harus jadikan kebiasaan dan karakter kalian. Untuk menembus jurnal yang kita buat tampil di internasional, kuncinya harus banyak membaca banyak jurnal apa lagi jurnal ilmiah internasional.” Ungkap Dedi

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Ukkas, S.Pi., M.Si selaku Kepala Bagian Umum yang membuka acara mewakili Kepala BBPP Kupang menyampaikan bahwa apresiasi setinggi tingginya diberikan atas terlaksananya kegiatan Workshop Penulisan Karya Ilmiah.

“Workshop penulisan Karya Ilmiah ini memang penting untuk dilaksanakan karena penulisan Karya Ilmiah bukan hanya untuk persyaratan naik jabatan tetapi  juga sebagai suatu proses kreativitas dalam menuangkan gagasan baik yang dimiliki ke dalam bentuk tulisan dan kemudian dapat disebarluaskan kepada masyarakat maupun stakeholder,” kata Ukkas

Ditambahkannya bahwa dengan terlaksananya kegiatan ini maka besar harapan agar WI maupun fungsional tertentu/khusus akan lebih bersemangat dan terpacu dalam menulis karya ilmiah.

Dalam kegiatan tersebut, BBPP Kupang secara khusus mengundang Uslan, S.Pd., M.Si yang merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai narasumber. Materi pembahasan dalam workshop meliputi pengetahuan dasar tentang penulisan karya ilmiah, ketentuan sebuah karya ilmiah, format dasar karya ilmiah dan artikel ilmiah hingga teknik penulisan karya ilmiah, disamping itu Uslan juga melakukan sharing dan diskusi terkait dengan penulisan karya ilmiah dan juga mengajak semua peserta workshop untuk memulai menuangkan ide-ide yang ada untuk dijadikan sebagai sebuah karya tulis ilmiah.

Kementan Masifkan Penggunaan Pupuk Organik, Alternatif Tingkatkan Produktivitas

Posted in berita on Nov 21, 2022

By; Humas Kementan

JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong para petani untuk meningkatkan produktivitas. Di antaranya menggunakan varietas unggul, memperluas penggunaan pupuk organik dan melakukan pemupukan secara berimbang. Langkah ini penting dilakukan untuk menghasilkan padi berkualitas.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan bahwa pertanian adalah sektor kunci yang bisa memperkuat ekonomi. Karena itu, diperlukan pendekatan baru dalam meningkatkan produktivitas. Caranya adalah memperkuat networking dan mengembangkan pupuk organik sebagai penyubur tanaman.

"Untuk mengantisipasi dan beradaptasi kita perlu 3 hal. Pertama memperkuat pendidikan, teori dan pertemuan seperti ini untuk membangun networking. Kedua kita bangun agenda dan manajemen sistem sebagai sebuah ilmu yang akan kita terapkan. Dan Ketiga merubah mindset dari para pelaku pertanian untuk berubah dengan kondisi yang ada. Salah satunya mengembangkan pupuk organik," ujar SYL dalam acara Training of Trainer (TOT) yang digelar secara virtual, Rabu, 26 Oktober 2022.

Menurut SYL, sektor pertanian sudah sejak lama menjadi bantalan ekonomi nasional. Pertanian juga terbukti menjadi sektor pembuka lapangan kerja hingga berjuta-juta. Karena itu, generasi yang ada saat ini harus memperkuatnya dengan bekerja lebih keras lagi.

"Pertanian itu harus kita jaga bersama. Dan kita yang menjadi pejabat jangan sampai salah maintenance. Yang paling penting, kita jangan menjadi orang yang menghilangkan nilai-nilai kebangsaan," katanya.

Sementara itu, Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa salah satu yang harus dilakukan bersama adalah melakukan pemupukan berimbang. Sistem tersebut sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya sebuah tanaman. Namun, kata dia, pemupukan juga tidak boleh berlebih karena bisa mengakibatkan erosi dan gagal tanam.

"Pemupukan tidak boleh berlebih. Kalau pupuk urea berlebih dia memasamkan tanah dan berbahaya. Akibatnya gampang tererosi dan cepat jenuh airnya. Disitulah bisa mengakibatkan gagal tanam," ujarnya.

Menurut Dedi, pemupukan adalah komponen utama pada sebuah tanaman. Karena itu diperlukan keberimbangan baik urea maupun dengan proses perawatan. Salah satunya mengatur aliran air. Air sangat diperlukan pada sawah yang baru proses tanam. Namun pengairan tidak boleh berlebih karena dapat merusak akar tanaman.

"Air adalah infiltrasi. Dan air harus kita jadikan anugrah. Dengan kita belokan airnya ke lahan pertanian untuk irigasi makan dengan sendirinya ia akan menghasilkan karbohidrat dalam bentuk beras. Disitulah pentingnya kita membuat sumur resapan sebanyak banyaknya. Yang pasti, pemupukan harus benar dan di imbangi dengan pupuk organik, kalau di lahan miring imbangi dengan guludan agar erosi tidak banyak," katanya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah menyediakan pupuk subsidi dengan kapasitas 9 juta ton. Para petani bisa mendapatakan pupuk tersebut melalui sistem e-RDKK. Sistem itulah yang akan mendata siapa saja para petani yang berhak menerima pupuk. 

"Basis dari pengajuan subsidi pupuk adalah RDKK. Jadi manakala ada lahan yang diluar domisili kecamatan, dia tidak mendapatkan pupuk. Solusinya kompromi saja, tidak boleh ada lahan yang tidak kebagian pupuk kalau sudah berhak dan sesuai SOP yang dikeluarkan oleh kementan," katanya.

Di samping itu, pemerintah juga mendorong para petani untuk membuat pupuk organik yang bisa dilakukan menggunakan bahan alami seperti jerami dan kotoran hewan ternak. Petani bahkan bisa membuat sertifikasi untuk pembuatan pupuk organik berbasis bisnis.

"Bagaimana caranya mendapatkan sertifikasi? kalau untuk komersial itu harus uji mutu dan efektifitas bersama sama dengan kementan. Jadi di dalam sertifikasi organik itu yang paling penting adalah prosesnya, bukan hanya produknya," jelasnya.

Sebagai informasi, kegiatan TOT ini dihadiri 7.680 peserta yang terdiri dari widyaiswara, dosen, guru dan penyuluh pertanian seluruh Indonesia. Namun demikian, realisasi registrasi peserta secara online mencapai 12.228 pendaftar atau 159,22 persen.

Mental SYL Peringatkan Warga Manfaatkan Lahan Kosong untuk Tanaman Produktif

Posted in berita on Nov 07, 2022

By: drh. Helda Gadja

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) berkali-kali menekankan bahwa lahan-lahan kosong jangan dibiarkan tidak ditanami sehingga tidak produktif sebagai sumber pangan yang dapat menopang ketahanan pangan. 

Mentan SYL juga mengungkapkan, pentingnya mempercepat tanam dan memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong untuk ditanami tanaman karena lahan kosong seperti pekarangan tidak hanya mampu mewujudkan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga, pekarangan juga menjanjikan sebagai sumber pendapatan.  

“Semua orang butuh pangan. Produk sayuran dan buah-buahan yang berkualitas pasti dicari oleh pasar. Kalau begitu prospek pertanian kita ini menjanjikan,” jelasnya.

Disamping pemanfaatan lahan kosong yang terus digaungkan, Kementerian Pertanian (Kementan) juga terus menggaungkan pentingnya penerapan smart farming dalam kaitannya dengan peningkatan produktivitas dan kualitas di sektor pertanian. Mentan SYL sering menegaskan pentingnya penerapan smart farming untuk menghadapi tantangan perubahan iklim. Mentan menjelaskan bahwa tantangan perubahan iklim harus dihadapi dengan cara yang modern seperti smart farming karena ke depannya lahan akan semakin sempit dan adanya peningkatan jumlah penduduk yang mengharuskan penggunaan teknologi dengan cara yang smart.

"Digitalisasi pertanian menjadi efektif dan penggunaan mekanisasi semakin maju sehingga produksi terus meningkat dengan kualitas yang tinggi dan pendapatan petani semakin naik. Kemajuan pertanian turut didukung generasi milenial karena memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern”, tegas Mentan.

Terkait pemanfaatan lahan kosong, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selalu memberikan motivasi kepada para Penyuluh untuk mendampingi masyarakat dalam memanfaatkan lahan kosong/pekarangan.

Dedi mengatakan banyak hal yang dapat dilakukan dalam pemanfaatan lahan kosong/pekarangan, salah satunya dengan menanam sayuran maupun buah-buahan. 
"Manfaatkan semua limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk organik,kemudian aplikasikan pada tanaman yang ada di pekarangan," ujar Dedi.

Terkait dengan penerpan smart farming, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa kemajuan pertanian harus didukung petani milenial. Karena, milenial memiliki semangat berinovasi yang tinggi untuk melakukan cara-cara yang baru terhadap penanganan pertanian yang maju, mandiri, dan modern.  

Dedi pun mengatakan pertanian modern dicirikan dengan teknologi smart farming. "Pengembangan smart farming bagi Petani Milenial dilaksanakan secara berkelanjutan untuk mencapainya tujuan utama dalam menghasilkan usaha agribisnis modern berbasis smart farming," ujarnya.

BBPP Kupang sebagai salah satu UPT Pelatihan milik Kementerian Pertanian di bawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) terus melakukan upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan/lahan kosong di lingkungan kantor BBPP Kupang sebagai sumber pangan dan juga sumber pendapatan disamping itu, pemanfaatan lahan ini juga disertai dengan penerapan Smart Farming seperti yang selalu digaungkan oleh Menteri Pertanian. Pemanfaatan Smart Farming diharapkan dapat menaikkan kualitas dan kuantitas produksi pertanian.

“Selama ini lahan kosong seringkali kurang diminati padahal lahan kosong sangat bisa dimanfaatkan dan memiliki peluang usaha yang menjanjikan, selain itu kami dari BBPP Kupang juga sudah mulai menerapkan smart farming atau pertanian cerdas dengan memanfaatkan teknologi yang ada. Penerapan smart farming ini tentunya diharapkan dapat menaikkan kualitas serta kuantitas produksi pertanian, adanya digitalisasi pada sektor pertanian ini juga dapat mempermudah serta memperlancar proses pertanian. Dan hari ini, kamipun bisa memanen jagung yang kami tanam dilahan kantor kami yang dimana dalam prosesnya kami telah menerapkan smart farming”. Ujar Bambang

Pemanfaatan lahan kosong di BBPP Kupang dengan ditanami jagung akhirnya membuahkan hasil. Selasa, 08 November 2022 Kepala BBPP Kupang beserta jajarannya dan diikuti oleh pegawai lainnya melakukan panen perdana jagung. Dengan hasil ini kiranya dapat menjadi contoh dan motivasi bagi seluruh pegawai untuk dapat memanfaatkan lahan pekarangan dirumahnya agar menjadi lahan yang produktif untuk menghasilkan produk pertanian.

P4S Binaan BBPP Kupang Ikuti ForNas P4S di Bali

Posted in berita on Sep 26, 2022

By: helda Gadja

Kementerian Pertanian tengah menggelar Forum Nasional P4S 2022 yang dilaksanakan pada tanggal 24-27 September 2022 di Bali. Kegiatan ini diikuti oleh 1.748 peserta secara daring dan luring. Adapun acara puncak Fornas P4S berlangsung di Desa Wisata Kesiman Kertalangu. Denpasar. Bali. Ditempat tersebut telah dibuat Expo Teknologi dan Inovasi yang diisi oleh stand perwakilan P4S dari berbagai daerah.

Pada Kegiatan tersebut. Balai Besar Pelatihan Peternakan Kupang sebagai salah satu UPT di bawah BPPSDMP-Kementerian Pertanian juga turut serta memboyong perwakilan P4S terbaik dari NTT. yaitu P4S GS Organik. P4S Karya Agri. P4S Tungbers. P4S Damai. dan P4S Bridge Akademi Nagekeo. Perwakilan FK P4S NTT didampingi oleh Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto. MM beserta rombongan yang membawa berbagai produk untuk dipamerkan di Expo Teknologi & Inovasi P4S seperti produk olahan pangan khas NTT dan juga kain tenun khas NTT. Hal ini ternyata menarik perhatian dari kepala BPPSDMP sehingga beliau beserta rombongan menyempatkan untuk berkunjung ke stand NTT.

Pembangunan pertanian dititikberatkan pada pengembangan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing. berkerakyatan dan berkelanjutan. Untuk mencapai keberhasilan pembangunan pertanian. maka masyarakat perdesaan memiliki peran yang penting. Disamping itu Kualitas SDM Pertanian perlu ditingkatkan dengan menguasai informasi teknologi.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan desa memiliki peran yang penting untuk mendukung ketahanan pangan.

?Pembangunan pertanian yang terbaik harus dilakukan dari lapangan. dari desa. Oleh sebab itu. pertanian desa harus kita dukung dan tingkatkan.? Ujar SYL
Pernyataan Mentan sejalan dengan tema yang Fornas P4S tahun 2022. yaitu P4S Sebagai Pembaharu Perdesaan Tingkatkan Ketersediaan Pangan Lokal Melalui Pemanfaatan Teknologi Smart Farming dan Pertanian Regeneratif.


Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) mengatakan jika P4S atau Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya. adalah kelembagaan pelatihan dengan metode pemagangan pertanian.

"P4S didirikan. dimiliki dan dikelola oleh pelaku utama dan pelaku usaha secara swadaya baik perorangan maupun kelompok. P4S dapat menjadi sentra dalam pengembangan dan diseminasi teknologi/inovasi. budidaya. pengolahan hasil dan sebagai sentra pengembangan jejaring usaha tani." katanya.

Oleh sebab itu. terang Dedi Nursyamsi. Fornas dilaksanakan dengan tujuan penguatan dan pemberdayaan kelembagaan P4S sebagai pembaharu perdesaan.

Kementan Partisipasi Global Forum Agriculture

Posted in berita on Sep 23, 2022

Humas Kementan

BAPER Podcast episode 9 "Pangan Lokal Solusi Krisis Pangan Global"

Posted in berita on Sep 22, 2022

By: drh. Helda Gadja

Dewasa ini dunia banyak diperhadapkan dengan berbagai tantangan. mulai dari terjadinya pandemic Covid 19. perang antara Rusia-Ukraina hingga yang terbaru adalah krisis pangan global. Hal ini tentunya membutuhkan sinergitas dari berbagai pihak agar semua tantangan bisa terlewati dengan baik.

Menyadari pentingnya antisipasi terhadap banyaknya tantangan didunia pertanian dan peternakan. BBPP Kupang melalui platform Youtube menyajikan program informatif yang dapat diakses dan dinikmati oleh khalayak luas. salah satunya dengan program BAPER (Baomong Pertanian dan Peternakan) Podcast yang tayang di youtube BBPP Kupang Media. Podcast ini merupakan sebuah media informasi yang dikemas dengan santai. menarik dan informatif agar masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi mengenai pertanian dan peternakan dari narasumber yang berkompeten dibidangnya.

BAPER Podcast episode 9 menghadirkan narasumber Widyaiswara BBPP Kupang Ir. Wiwiek Yuniarti Costa yang ahli di bidang pasca panen dan pengolahan hasil. Topik yang diperbincangkan mengenai pangan lokal solusi krisis pangan global.

Krisis pangan global juga membuat Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memberikan perhatian penuh. beliau menegaskan komitmennya dalam memantapkan penguatan komoditi lokal untuk kemandirian pangan demi meningkatkan kesejahteraan petani terlebih dalam menghadapi krisis pangan global. Disamping itu. SYL meminta agar setiap kepala daerah dapat memperkuat lumbung pangan dan cadangan pangan.

"Diperlukan pemetaan potensi unggulan daerah. Hal ini termasuk potensi komoditas lokal agar bisa berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan petani.? Ujar SYL
SYL menegaskan bahwa penguatan komoditas lokal untuk kemandirian pangan sangat penting dilakukan. Hal ini guna meningkatkan kesejahteraan petani serta mengantisipasi krisis pangan global yang saat ini sedang melanda dunia.

Sementara itu. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Dedi Nursyamsi mengatakan masyarakat harus mulai membiasakan diri mengkonsumsi pangan lokal agar tidak bergantung pangan impor.

?Solusi dari krisis pangan global kita yaitu genjot bahan pangan lokal terutama bahan pangan yang suka mendorong inflansi seperti komoditas cabe. bawang merah dan bawang putih.? ujar Dedi pada Ngobrol Asik (Ngobras) Penyuluhan volume 35 bertemakan ?Yang Lokal yang Bercuan?. Jakarta. Selasa (30/8) .
Lebih lanjut Dedi mengatakan komsumsi pangan lokal bukan hanya produknya tapi juga olahan dari produknya.

?Kita pelihara bumi kita. dengan tanah sehat akan menghasilkan pangan sehat dan menghasilkan manusia-manusia sehat yang menghasilkan negara sehat dan kuat.? jelas Dedi.
Sejalan dengan semangat Mentan SYL dan Ka. Badan PPSDMP dalam mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi pangan lokal. Ir. Wiwiek Y. Costa juga menularkan semangat yang sama dan hal itu beliau sampaikan pada BAPER Podcast episode 9.

?Kita sudah mulai merasakan bahwa harga pangan dunia meningkat. ditambah dengan adanya perang Rusia dan Ukraina yang membawa dampak signifikan bagi dunia pangan. Oleh karena itu. peran-peran kita perlu diberdayakan antara lain dengan mengimbau dan memberi dukungan kepada petani agar mereka tetap semangat dalam meningkatkan produktivitas dan memanfaatkan teknologi yang ada.? Ujar Wiwiek

Ditambahkannya. dalam menanggapi isu krisis pangan global ini Presiden RI sudah memberikan instruksi kepada Mentan SYL yang kemudian diteruskan kepada Ka. BPPSDMP dan seluruh Kepala UPT Kementan untuk dapat mengantisipasi lebih dini krisis pangan global ini. salah satunya yaitu dengan pemberdayaan pangan lokal ditingkat produksi maupun diversifikasi.

?Kita sekarang diperhadapkan dengan situasi krisis pangan global yang tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti kita akan kesulitan menemukan beras. oleh karena itu sedari sekarang kita harus membiasakan lidah kita untuk mengkonsumsi pangan lokal. Negara kita memiliki banyak sekali jenis pangan lokal yang bernilai gizi tinggi yang dapat dijadikan sebagai solusi untuk menghadapi krisis pangan global. Untuk itu. marilah kita cintai pangan lokal. menanam sebanyak-banyaknya tanaman pangan lokal. dan biasakan mengkonsumsinya. Dengan demikian kitapun tidak akan gagap dalam menghadapi krisis pangan global.? pungkasnya

Mentan SYL Minta Mahasiswa PEPI Bangun Sektor Pangan Yang Lebih Kuat

Posted in berita on Sep 20, 2022

Sumber: Humas Kementan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) meminta mahasiswa Politeknik Enjinering Pertanian Indonesia (PEPI) ikut membangun sektor pangan nasional yang jauh lebih kuat. Dia ingin. mahasiswa menjadi garda terdepan dalam menjadikan pertanian sebagai kekuatan utama membangun bangsa dan negara.


"Kita berharap mahasiswa PEPI lebih berkualitas di bidang pertanian dan enjiniring pertanian. Tentu saja mereka harus mampu mengenergi pertanian dimasa yang akan datang." ujar SYL saat meresmikan Asrama Politeknik PEPI di Pagedangan. Tangerang. Banten. Senin. 19 September 2022.


SYL percaya kemampuan intelektual mahasiswa PEPI dapat berkembang dengan baik sesuai materi perkuliahan yang ada. Namun lebih dari itu. yang terpenting adalah menentukan langkah dan konsep ke depan agar lebih tertata. terstruktur dan terprogram.


"Salah satu konsep di pertanian adalah menghadirkan petani milenial kita agar demografis dari bangsa ini bisa kita manfaatkan semaksimal mungkin melalui anak-anak muda yang besok memiliki ilmu pertanian lebih baik dan tentu saja etos kerja mereka. manajemen konsepsi mereka akan lebih terstruktur." katanya.


SYL mengatakan. sektor pertanian merupakan sektor yang terbukti mampu menjadi tumpuan ekonomi bangsa. Selaras dengan hal itu. pemerintah melalui Kementan juga sudah menyiapkan berbagai program dan kebijakan yang bisa diakses oleh semua petani muda di seluruh Indonesia.


"Kita harus terus dorong anak-anak milenial ini berkreasi. Yang paling penting ada kemauan dan semangat. dan paham bangsanya ini bangsa besar yang memiliki alam luar biasa. Oleh karena itu. pendidikan ini diharapkan menjadi bagian-bagian yang besok bisa lahir di PEPI ini." katanya.


Yang pasti. menurut SYL. keilmuan PEPI tidak boleh kalah dari ilmu pertanian di negara lain. Pertanian harus menjadi harapan semua orang dalam memperbaiki ekonomi kebangsaan. Karena itu. mengelola pertanian harus dimulai dari kebersamaan dan networking yang kuat.


"Saya kira banyak petani milenial kita yang menunjukkan hasil yang lebih baik. karena dunia pertanian itu menjanjikan bagi kita. Karena itu tanam sebanyak-banyaknya apa yang ada di depan kita. pertanian itu penting bagi bangsa ini." jelasnya.


Sebagaimana diketahui. sektor pertanian di tiga tahun terakhir tumbuh meyakinkan. Produksi meningkat dan ekapor melesat. Terbaru. Indonesia dinyatakan swasembada oleh lembaga penelitian beras Internasional IRRI.


Pada saat yang sama. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Dedi Nursyamsi mengapresiasi penuh kerja keras seluruh pihak dalam menghadirkan PEPI dengan gedung perkuliahan dan asrama yang sudah berdiri. Dormitori ?dengan ?8 lantai yang terdiri dari 64 kamar dengan kapasitas daya tampung 384 orang ini harapnya dapat memacu semangat para generasi muda sehingga ?menghasilkan lulusan ? lulusan yang Profesional.


?Dengan Penyelenggaraan Pendidikan vokasi pertanian yang ada di PEPI komposisi beban SKS mencakup 40 % Teori dan 60% Praktik. Sehingga Profil lulusan PEPI sendiri adalah sebagai qualified job creators dan qualified job seekers di bidang enjiniring pertanian dapat terpenuhi?ujar Kabadan.


Saat ini Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia (PEPI) mengelola tiga (3) program studi yaitu Teknologi Mekanisasi Pertanian. Tata Air Pertanian dan Teknologi Hasil Pertanian dengan jumlah mahasiswa sebanyak 265 yang berasal dari putra putri terbaik dari seluruh wilayah Indonesia.

WIDYAISWARA BBPP KUPANG LAKUKAN KAJIAN ILMIAH INOVASI PENGOLAHAN HASIL PERTANIAN MENGGUNAKAN PANGAN LOKAL KHAS NTT

Posted in berita on Sep 08, 2022

By: drh. ?Fitriani Salih

Menurut Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Widyaiswara dan Angka Kreditnya. Disebutkan bahwa Widyaiswara merupakan Pegawai Negeri Sipil yang diangkat sebagai Pejabat Fungsional dengan tugas. tanggung jawab. wewenang dan hak untuk melakukan kegiatan mendidik. mengajar. melatih. evaluasi dan Pengembangan Diklat pada lembaga Diklat Pemerintah.

Dalam menunjang tugas dan fungsinya. Widyaiswara diwajibkan melakukan pengembangan profesi serta kegiatan-kegiatan penunjang jabatan yang salah satunya adalah Pembuatan karya tulis/karya ilmiah dalam bidang spesialisasi keahliannya dan lingkup kediklatan mengingat tugas utamanya sebagai pendidik. pengajar dan pelatih baik bagi masyarakat aparatur maupun non aparatur.

Dengan tugas dan tanggung jawab yang sangat besar ini. peran widyaiswara khususnya widyaiswara di Lembaga-lembaga Pelatihan Kementerian Pertanian yang berada dibawah naungan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian. dituntut untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin mumpuni untuk dipergunakan sebaik-baiknya dalam mencipatakan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat khususnya masyarakat yang akan dilatih.?

Hal penting inilah yang mendasari Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang untuk terus melakukan penelitian. kajian ilmiah memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas dan perkembangan teknologi informasi demi mewujudkan Sumber Daya Manusia Pertanian yang profesional. mandiri. berdaya saing dan berjiwa wirausaha.

Menteri Pertanian Indonesia. Syahrul Yasin Limpo dalam setiap kesempatan kerap meyampaikan pentingnya SDM sebagai faktor utama penentu kemajuan pembangunan pertanian Indonesia.
?Pertanian yang maju dan masa depan bangsa ditentukan oleh SDM pertanian yang berkualitas. SDM berkualitas tergantung peran widyaiswara salah satunya. sebagai guru bangsa. Karenanya saya minta widyaiswara juga terus belajar. bisa beradaptasi dengan perubahan yang ada dan ending processnya bisa meningkatkan pendapatan petani.? Ujarnya setelah memberikan penghargaan kepada Widyaiswara berprestasi beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut beliau menjelaskan. hasil dari berbagai kegiatan pengembangan kapasitas meliputi pelatihan. seminar. magang penelitian dan lain sebagainya yang sudah dilakukan oleh para widyaiswara harus diteruskan kepada para petani/pengusaha agribisnis supaya memberikan nilai tambah dalam peningkatan produksi dan pendapatan petani.

Pesan serupa juga kerap disampaikan oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Dedi Nursyamsi. Menurutnya. Kementerian Pertanian hingga saat ini terus berupaya maksimal menunjang peningkatan kompetensi widyaiswara melalui berbagai kegiatan seperti Training of Trainer (TOT). Seminar. Webinar. Workshop dan sejumlah kegiatan lainnya yang diharapkan mampu menjadi pembakar semangat Widyaiswara untuk terus berkarya. berinovasi menciptakan gebrakan-gebrakan baru yang bermanfaat bagi masyarakat dan berpengaruh baik terhadap nilai positif pembangunan pertanian Indonesia sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya yang bergeak di bidang pertanian dan peternakan.

Menindalanjuti arahan Kepala BPPSDMP Kementerian Pertanian yang mewajibkan adanya pengembangan jurnal lingkup Kementerian Pertanian khususnya di Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian. Widyaiswara BBPP Kupang pada hari Rabu tanggal 7 September 2022. bersama Kepala Balai dan sejumlah Pejabat baik struktural dan fungsional melakukan kegiatan pertemuan dan diskusi serta presentasi Proposal Penelitian atau Pengkajian Ilmiah oleh Tim Widyaiswara untuk selanjutnya diteliti. Beberapa topik yang menjadi ide utama proposal kajian ilmiah milik widyaiswara BBPP Kupang adalah Inovasi Pengolahan Hasil Pertanian dan Peternakan memanfaatkan potensi pangan lokal seperti kelor dan singkong.?

Adapula inovasi pengolahan hasil pertanian memanfaatkan sayuran bergizi tinggi yang kurang diminati jika diolah secara mandiri untuk kemudia dikolaborasi menggunakan berbagai bahan pangan untuk menjadikan produk bergizi tinggi yang bermanfaat besar bagi kesehatan konsumen namun juga memiliki cita rasa yang lezat.

Selain fokus pada inovasi pengolahan hasil pertanian dan peternakan. rencana penelitian widyaiswara BBPP Kupang juga mencakup analisis usaha terhadap produk inovasi yang dihasilkan sehingga diakhir masa penelitian diharapkan hasil yang diperoleh dapat bermanfaat baik bagi sesama widyaiswara dan akademisi namun yang terpenting adalah hasil penelitian yang diperoleh dapat dijadikan contoh saat melaksanakan pelatihan bagi masyarakat.

Kepala BBPP Kupang. drh Bambang Haryanto yang ikut dalam acara pemaparan proposal Penelitian Widyaiswara BBPP Kupang ini menyampaikan dukungan penuhnya kepada semua widyaiswara maupun pejabat fungsional lainnya yang ingin melakukan penelitian atau pengkajian ilmiah terkait suatu topik yang nantinya akan sangat berdampak besar kepada masyarakat. Beliau juga mendorong semua widyaiswara untuk semangat melakukan penelitian dan pengkajian ilmiah terlebih dikondisi alam Nusa Tenggara Timur yang bisa dikatakan khas dengan lahan keringnya sehingga menurutnya sangat banyak topik yang bisa digali melalui pengkajian ilmiah untuk selanjutnya dapat menjadi bahan edukasi bagi masyarakat.

BBPP Kupang Jalin Kerjasama Dengan Bank Indonesia Galakkan Smart Farming

Posted in berita on Sep 07, 2022

By: drh. Helda Gadja

Rabu. 07 September 2022 ? Bertempat di Aula Utama BBPP Kupang. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) cabang NTT I Nyoman Ariawan Atmaja beserta rombongan melakukan agenda kunjungan di BBPP Kupang. Kunjungan tersebut disambut baik oleh Kepala BBPP Kupang drh. Bambang Haryanto. MM yang didampingi oleh Pejabat Struktural dan jajarannya. Pertemuan ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus melakukan koordinasi pengendalian inflasi serta diskusi singkat mengenai Smart Farming antara Perwakilan BI cabang NTT dengan BBPP Kupang. kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi lahan BBPP Kupang yang sudah menerapkan sistem Smart Farming.

Dalam kesempatan tersebut. Widyaiswara BBPP Kupang berkesempatan memaparkan konsep Smart Farming kepada pihak Bank Indonesia. Adapun dari pihak BI juga telah berkomitmen untuk membangun kehidupan perekonomian masyarakat melalui konsep Smart Farming. Oleh karena itu sudah sepantasnya terjadi kolaborasi antara BI dan BBPP Kupang untuk mewujudkan sistem pertanian yang lebih baik.

Pada 05 Agustus 2022 yang lalu. BBPP Kupang berkunjung ke perumahan BI cabang NTT dimana pada saat itu dilakukan serah terima Rusa Timor kepada BI Cabang NTT. terlihat bahwa lokasi perumahan BI tersebut memiliki lahan yang cukup luas. Oleh karena itu Kepala BI cabang NTT berkeinginan agar dibuat sistem Smart Farming pada lahan tersebut dengan dibimbing oleh Widyaiswara dari BBPP Kupang.

Konsep smart farming sendiri merupakan sebuah sistem pertanian yang menggunakan teknologi informasi dalam proses pertanian yang telah dirancang dan ditetapkan.
Sistem Smart Farming meliputi fase pra tanam. pasca tanam. panen dan pasca panen. Semua fase tersebut menggunakan teknologi informasi. Smart Farming diharapkan mampu mendorong kerja petani sehingga budidaya pertanian menjadi lebih efisien. terukur dan terintegrasi. Petani dapat melakukan kegiatan pertanian dengan tidak selalu bergantung pada musim namun melalui mekanisasi. Selain itu. proses pra tanam hingga pasca panen dapat dilakukan dengan akurat mulai dari tenaga kerja. waktu tanam hingga proses panen.

Konsep mengenai Smart Farming juga seringkali disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada berbagai kesempatan. Beliau selalu memberikan motivasi kepada generasi milenial bahwa penerapan?smart farming?sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

"Untuk bersaing di era 4.0 ini ada lima hal yang harus di pegang oleh pemuda tani milenial. yaitu rencana. antusias. ilmu. pengetahuan. keterampilan dan aksi nyata. Jika itu semua ada digenggaman kalian. maka impian pasti akan terwujud." Ujar Mentan SYL

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan pertanian modern dengan teknologi smart farming merupakan sistem yang terdapat keterkaitan erat antar subsistem. mulai dari hulu hingga hilir. yang didukung oleh tenaga kerja dan lembaga pendukung unggulan.

?Penerapan smart farming dapat memberikan efisiensi biaya dan waktu produksi. peningkatan kualitas dan skala usaha. serta mitigasi iklim melalui penggunaan sumberdaya alam secara bijak.? tegas Dedi

Dengan banyaknya manfaat yang bisa didapatkan dalam penerapan Smart Farming. maka hal inilah yang juga menjadi motivasi dari Kepala Perwakilan BI Cabang NTT untuk menerapkan sistem Smart Farming dilingkungan tempat kerja bahkan nantinya akan mendorong Poktan binaannya untuk ikut serta dalam menerapkan smart farming.

?Kami sebagai perwakilan Bank Indonesia cabang Provinsi NTT memiliki salah satu peran yaitu menjaga stabilitas moneter dan stabilitas pangan. dimana keduanya saling berkaitan erat. Menyadari akan hal itu. maka kami sangat tertarik untuk mempelajari sekaligus menerapkan sistem Smart Farming yang telah menjadi andalan Kementerian Pertanian di era digital saat ini. Kebetulan di kawasan perumahan BI memiliki lahan yang cukup luas dan juga terdapat penangkaran Rusa didalamnya. maka kami ingin agar Smart Farming tersebut dapat diterapkan di kawasan kami dan tentunya dengan mendapat bimbingan dari rekan-rekan BBPP Kupang. Disamping itu. kami memiliki binaan kelompok tani yang nantinya juga ingin kami arahkan untuk dapat menerapkan Smart Farming.? Ungkap I Nyoman Ariawan Atmaja
Keinginan dari Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) cabang NTT untuk menerapkan sistem Smart Farming disambut baik oleh Kepala BBPP Kupang.
?Kami sangat antusias dan bersedia untuk berkolaborasi dalam rangka menerapkan sistem Smart Farming di lingkungan BI maupun pada kelompok-kelompok tani. Segala kelebihan dari sistem Smart Farming dapat kita jadikan sebagai salah satu strategi untuk menarik generasi muda yang identik dengan penguasaan teknologi dan internet. Smart Farming mampu mengubah anggapan generasi muda bahwa pertanian itu kotor menjadi pertanian itu keren.? Ujar Bambang
Selain itu. Kepala BBPP Kupang juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan Perwakilan Bank Indonesia cabang NTT dan berharap hubungan yang terjalin baik bisa menjadi dasar untuk terus bersinergi dan berkomitmen dalam mendukung program-program Kementerian Pertanian khususnya di UPT BBPP Kupang.

Atasi Krisis Pangan Global; Kementan Ajak Masyarakat Konsumsi Pangan Lokal

Posted in berita on Sep 06, 2022

Sumber: Indonesia. Crossborder

JAKARTA ? Kementerian Pertanian (Kementan) menjalankan berbagai upaya untuk mengatasi ancaman krisis pangan global. Di antaranya. mendorong masayarakat mengkonsumsi pangan lokal.

Indonesia sendiri dikenal sebagai negara kaya penghasil pangan lokal dengan keanekaragaman sumber pangan yang sangat besar.

Menteri Pertanian (Mentan). Syahrul Yasin Limpo mengatakan. pangan lokal merupakan bagian dari budaya. dan budaya tersebut harus dijaga dan ditingkatkan baik dari sisi kuantitas maupun kualitasnya secara masif. dan gerakan itu harus dimulai dari diri sendiri.

?Kita harus membiasakan diri mengkonsumsi pola makan yang sehat dengan pangan lokal yang baik. kita bisa karena terbiasa. kebiasaan ini juga saya terapkan ke diri sendiri. memang harus dipaksa sedikit. tapi pasti bisa. mulai dari diri sendiri dulu.? ajak Syahrul.

Syahrul menambahkan mencintai pangan lokal. juga sama artinya dengan mencintai petani Indonesia. dari kaum milenial. perbankan. hingga pelaku UMKM. harus mengambil peran lebih dari peluang yang diberikan di bidang pangan. dan pemerintah berkomitmen mendukung penuh upaya tersebut.

?Kaum milenial bisa ikut berperan. sekarang anak anak milenial punya start up. semangat muda itu yang harus kita tangkap. kita konsentrasi juga untuk anak milenial agar ikut membangun pertanian khususnya di bidang pangan lokal.? ujar Syahrul.

Sementara itu. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Dedi Nursyamsi mengatakan masyarakat harus mulai mengkonsumsi pangan lokal agar tidak bergantung pangan impor.

?Solusi dari krisis pangan global kita yaitu genjot bahan pangan lokal terutama bahan pangan yang suka mendorong inflansi seperti komoditas cabe. bawang merah dan bawang putih.? ujar Dedi pada Ngobrol Asik (Ngobras) Penyuluhan volume 35 bertemakan ?Yang Lokal yang Bercuan?. Jakarta. Selasa (30/8) .

Lebih lanjut Dedi mengatakan komsumsi pangan lokal bukan hanya produknya tapi juga olahan dari produknya.

?Kita pelihara bumi kita. dengan tanah sehat akan menghasilkan pangan sehat dan menghasilkan manusia-manusia sehat yang menghasilkan negara sehat dan kuat.? jelas Dedi.

Narasumber Ngobras. Tuti Purwanti merupakan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya?(P4S) Sandriana Orchid kota Depok. Provinsi Jawa Barat yang mengolah bahan pangan lokal menjadi produk olahan yang dapat langsung di komsumsi.

Produk yang dihasilkan di antaranya jahe merah dengan menggunakan gula aren. bir pletok. singkong frozen dan cookies singkong. ?Untuk singkong biasanya 2-3 kwintal per bulan. nanti pada tanggal 3 september 2022 akan di ekspor ke negara belanda.? ujar Tuti Purwanti.

Narasumber kedua Iqbal Habibi. Duta Petani Milenial kabupaten Sukabumi. propinsi Jawa Barat memiliki komoditas sayuran segar yang sudah memiliki market place di beberapa wilayah di Indonesia.

?Untuk sayuran pemasaran kepasar tradisional dan pasar induk. beberapa komoditas terbagi menjadi grade a.b dan c dengan kualitas. harga dan kemasan yang berbeda.? jelas Iqbal Habibi.

Selanjutnya Iqbal Habibi mengatakan bahwa komoditas sayuran memiliki harga yang fluktasi. dengan pemasukan diangka 50 juta per bulan. tapi apabila ada kenaikan harga dapat meningkat menjadi dua kali lipat.

?Pemasaran produk dilakukan melalui media sosial seperti instagram petani mandiri sejahtera dan juga melalui aplikasi cari sayur. segari dan citra sehat bogor.? pungkas Iqbal Habibi.