OPTIMALKAN SINERGISITAS KEMENTERIAN PERTANIAN – BNPT, BBPP KUPANG SELENGGARAKAN PELATIHAN PEMBUATAN PAKAN KAMBING ALTERNATIF

By Eni Mulyanti

Pelatihan Pembuatan Pakan Kambing Alternatif oleh BBPP Kupang Mendukung Sinergisitas Kementerian Pertanian – BNPT diikuti oleh 30 peserta dari Kota Bima, Kab. Dompu dan Kab. Sumbawa Barat wilayah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan tanggal 16 – 18 Juli 2024 di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat, dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap pelaku usaha ternak kambing khususnya para sasaran kelompok rentan seperti laki-laki dan perempuan dewasa, remaja dan anak muda sinergitas BNPT.

 Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan siap berkontribusi dalam program sinergisitas Kementerian Pertanian – BNPT dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi sasaran.

“kami berkomiten dan akan berkontribursi untuk terus meningkatkan kesejahteraan mitra deradikalisasi,” ujar Amran.

Plt Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan), Dedi Nursyamsi mengatakan, sasaran umum BPPSDMP adalah terwujudnya SDM Pertanian yang profesional, mandiri, berdaya saing, dan berjiwa wirausaha untuk mewujudkan kesejahteraan petani.

“Karena itu, pengembangan SDM pertanian diarahkan pada peningkatan pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk membentuk kepribadian yang mandiri bagi SDM pertanian khususnya petani,”jelas Dedi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang, Yulia Asni Kurniawati dalam sambutannya pada pembukaan Pelatihan Pembuatan Pakan Ternak Kambing Alternatif Mendukung Sinergisitas Kementerian Pertanian – BNPT menyampaikan bahwa pelatihan tersebut telah dirancang sesuai dengan potensi wilayah sasaran.

“Diharapkan peserta pelatihan dapat menerapkan materi pelatihan dalam kegiatan usahanya, khususnya dalam pengembangan ternak kambing, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Yulia

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang diwakili oleh Fasilitator Daerah, Burhan, S.Pd. menyampaikan bahwa sinergisitas BNPT dengan Kementerian Pertanian melalui kegiatan pelatihan ini diharapkan dapat memotivasi kelompok sasaran atau peserta pelatihan untuk melakukan usaha yang lebih produktif. Hal ini dilakukan karena terdapat banyak faktor yang memicu seseorang terlibat dalam terorisme. Faktor pemicu terorisme tidak tunggal tapi multi faktor, salah satunya kemiskinan, oleh karena itu perlu peningkatan kesejahteraan dan produktifitas mitra deradikalisasi melalui program pelatihan.

“Dengan pelatihan ini kita akan alihkan pikiran ideologi yang negatif, di gantikan dengan melakukan kegiatan yang positif, yang tentunya juga dapat bermanfaat kedepan,” kata Burhan.

Penanggulangan terorisme di Indonesia menjadi tanggung jawab bersama, serta perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen anak bangsa.Tidak hanya kepada mereka yang sudah terpapar, pencegahan juga perlu dilakukan kepada kelompok rentan seperti keluarga, kelompok, komunitas masyarakat lainnya.

Dipublikasi Pada : 18-07-2024