PANEN BERSAMA KOMODITAS JAGUNG; READSI KABUPATEN BELU TERUS TUNJUKKAN PROGRESS

By: drh. Fitri Salih

Demi mewujudkan Keberhasilan tujuan pembangunan pertanian Indonesia. Kementerian Pertanian terus aktif melaksanakan berbagai program demi peningkatan produktivitas sektor pertanian dan peningkatan Sumber Daya Manusia Pertanian masyarakat. Salah satu program yang telah berjalan dan memiliki hasil yang sangat baik sejauh ini adalah program Rural Empowerment and Agricultural Development Scalling Up Initiative (READSI) yang merupakan salah satu bagian dari program Kementrian Pertanian untuk mendukung terwujudnya Visi Pembangunan Pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani serta mendukung suksesnya program regenerasi petani.

Tujuan pelaksanaan program READSI adalah memberdayakan rumah tangga di pedesaan di Sulawesi. Kalimantan Barat dan NTT. baik secara individu maupun secara kelompok. dengan keterampilan. membangun rasa percaya diri dan pemanfaatan sumberdaya untuk meningkatkan pendapatan dari sektor pertanian dan non-pertanian serta meningkatkan taraf hidupnya secara berkelanjutan dan berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta pemerintah daerah untuk bisa menyusun perencanaan program pertanian yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Syahrul menegaskan kebijakan dan program pertanian harus terasa oleh rakyat dan bisa turut mengambil peran besar dalam pemulihan ekonomi nasional.

?Program yang kita jalankan harus ?didasarkan pada kepentingan rakyat. Dengan begitu. program kita bisa jadi kekuatan dalam memulihkan ekonomi daerah maupun nasional.? sebut Syahrul

Kepala ?BPPSDMP Dedi Nursyamsi ?pada kesempatan lain memberi arahan ?Pertanian tidak boleh berhenti apapun kondisinya apa lagi terlambat karena menyangkut dengan kehidupan ?ratusan juta manusia di Indonesia?

?Tahun 2020 kita melewati dengan pangan yang cukup meski ada ke khawatiran dari FAO indonesia akan mengalami kekeringan dan pandemic Covid-19. Kita juga harus ?optimis ?2021 pertanian harus aman.?Ungkapnya.
Oleh karena itu saya berharap kepada poktan. Gapoktan. Penyuluh. Petani Milenial dan seluruh insan pertanian bahu membahu dan tetap bekerja di sektor pertanian untuk mencukupi pangan nasional.?Ujar Dedy.

Di Provinsi Nusa Tenggara Timur. pelaksanaan Program READSI berpusat di Kabupaten Kupang dan Kabupaten Belu. Pengembangan program READSI di NTT terlaksana secara baik karena peras aktif setiap fasilitator desa dan penyuluh pertanian lapangan dalam mendampingi masyarakat memanfaatkan secara maksimal potensi lahan dan sumber daya alam lokal yang dapat dikembangkan menjadi sumber pencaharian yang menjanjikan. Terlebih di Kabupaten Belu sebagai salah satu lokasi food estate di Nusa Tenggara Timur dengan potensi lahan yang luas dan menjanjikan. SDM pertanian dan kejelian masyarakat dalam memanfaatkan potensi lahan harus terus ditingkatkan.

Peran aktif PPL dan Fasilitator Desa di Kabupaten Belu terlihat dari usahanya meningkatkan pemberdayaan petani dengan melakukan penanaman tanaman pangan yang berpotensi baik untuk dikembangkan di lahan kering. Tanaman jagung menjadi salah satu komoditi pilihan yang dikembangkan di Kabupaten Belu melihat kegunaannya sebagai salah satu bahan makanan pokok bergizi tinggi serta pengembangannya pun tidak begitu sulit dilakukan di lahan yang tandus.

Dengan kerja sama yang baik antara masyarakat. PPL. fasilitator desa. perangkat desa dan pemerintah daerah serta pemerintah pusat. pelaksanaan program READSI di Kabupaten Belu semakin menunjukkan hasil yang baik. Salah satunya adalah dengan dilaksanakannya kegiatan Panen Bersama Komoditi Jagung Manis varietas Paragon di Desa Tohe. Kecamatan Raihat. Kabupaten Belu pada tanggal 2 September 2021.

Acara ini turut dihadiri oleh Perwakilan Anggota DPRD Kabupaten Belu. Camat Raihat. Kepala Desa Tohe. PPL. Fasilitator Desa dan sejumlah masyarakat. Selain dilakukan pemanenan. kegiatan ini juga dilanjutkan dengan penanaman jagung secara simbolis dilahan yang masih kosong.

Dipublikasi Pada : 02-09-2021