By: M. Noor TM
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat kelembagaan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) yang nantinya menjadi pusat pembelajaran dan pelatihan bagi petani.
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang selaku UPT Kementerian Pertanian melakukan pembinaan dan penguatan kelembagaan P4S di P4SBL Damai, Desa Noelbaki, Kec. Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (02/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Kementan dalam memperkuat kelembagaan petani sebagai pusat pembelajaran berbasis praktik lapangan, guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang mandiri dan berdaya saing.
Dalam sambutannya, Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan menyampaikan apresiasi dan kesan positifnya terhadap perjalanan P4S Damai yang bermula dari KWT hingga bertransformasi menjadi P4S seperti saat ini.
"Harapannya, ke depan, kami akan terus membina untuk membesarkan P4S Damai ini sehingga dapat bertumbuh dan berkembang untuk menjadi contoh yang baik bagi P4S lainnya, bukan hanya di Kabupaten Kupang, tetapi juga di NTT",Kata Roby
Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan P4S merupakan bagian penting dari strategi pembangunan pertanian nasional yang berorientasi pada kemandirian petani.
“P4S adalah ujung tombak pengembangan SDM pertanian. Petani tidak hanya menjadi pelaku usaha, tetapi juga menjadi pelatih dan inspirator bagi petani lainnya. Inilah kekuatan pertanian Indonesia ke depan”, tegas Mentan Amran.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti mengungkapkan, P4S yang aktif dan berprestasi merupakan mitra strategis pemerintah dalam mencetak petani mandiri, inovatif, dan berorientasi pasar.
“P4S yang mampu mengembangkan usaha sekaligus menjadi pusat pembelajaran menunjukkan bahwa pemberdayaan petani dapat berjalan seiring dengan penguatan kelembagaan dan kewirausahaan,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan P4S Damai semakin memperkuat kelembagaan, meningkatkan kualitas pelatihan, serta memperluas jejaring pemasaran produk olahan pertanian dan peternakan. Hingga nantinya P4S Damai iharapkan menjadi contoh bagi P4S lain dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan, khususnya di Nusa Tenggara Timur.
