Kepala BBPP Kupang Roby Darmawan Buka Forum Konsultasi Publik, Ketua Ombudsman NTT Titip PR Tentang Perbaikan Berat Sapi Potong

Sumber Kabakia. Com

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menyelenggarakan Forum Konsultasi Publik Standar Layanan dan Penderasan Informasi Publik untuk Pertanian NTT yang Maju, Berkelanjutan serta Bermanfaat bagi Rakyat Indonesia. Forum ini digelar dalam rangka meningkatkan pelayanan publik di BBPP Kupang sesuai perintah UU No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, dan UU No. 14 Tahun 2008 tentang Informasi Publik. Forum Konsultasi Publik Standar Layanan dan Penderasan Informasi Publik Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang digelar di Aula Lantai II Kantor BBPP Kupang pada Kamis 27 Agustus 2026. Kegiatan ini dibuka Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, M.Eng., dan menghadirkan dua orang pemateri yakni Kepala Ombudsman Provinsi NTT, Darius Beda Daton, dan Ketua Komisi Informasi Provinsi (KIP) NTT, Germanus Atawuwur. Kegiatan Forum Konsultasi Publik Standar Layanan dan Penderasan Informasi Publik Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang ini diikuti peserta dari perwakilan SMK Negeri Pertanian Lili, Dinas Pertanian Provinsi NTT, masyarakat petani, mitra kerja, serta pemangku kepentingan lainnya.

Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, M.Eng, mengatakan, penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik Standar Layanan dan Penderasan Informasi Publik menjadi kewajiban dan tugas BBPP Kupang sebagai lembaga pelayanan masyarakat, sehingga dapat terus berbenah agar bisa semakin baik dalam melayani masyarakat.

Melalui Forum Konsultasi Publik ini, kata Roby Darmawan, BBPP Kupang bisa mendapat banyak masukan dan saran, serta penilaian dari masyarakat pengguna layanan dan mitra. Apa yang masih kurang dan perlu diperbaiki dalam pelayanan selama ini, sehingga ke depannya bisa lebih baik dan sesuai harapan, mesikipun di tengah tantangan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat saat ini. “Kami juga ingin adanya perbaikan yang luar biasa untuk pelayanan yang terbaik, hanya saja saat ini masih ada efisiensi anggaran, tetapi selama ini kami selalu berusaha memberi pelayanan terbaik. Kami juga melakukan koordinasi-koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk mencapai tujuan pelayanan yakni meningkatkan pengetahuan atau keterampilan masyarakat khususnya di bidang pertanian dan peternakan,” kata Roby Darmawan.

Selain melaksanaan tugas dan fungsinya sebagai Balai Besar Pelatihan Peternakan, kata Roby Darmawan, BBPP Kupang juga melaksanakan perintah Menteri Pertanian RI untuk melakukan pendampingan dan pengawalan dalam pelaksanaan pembangunan pertanian, khususnya peningkatan produksi padi (beras). Bagaimana supaya di Provinsi NTT ada peningkatan produksi padi melalui Optimalisasi Lahan (Oplah) dan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR). “Jika selama ini hanya sekali tanam dalam setahun, maka bagaimana harus dilakukan supaya dalam setahun petani petani bisa dua kali tanam di lahan yang sama. Maka itu harus didukung dengan ketersediaan air melalui saluran irigasi yang baik, supaya luas lahan tanam bisa ditambah dan petani bis ataman dua kali dalam setahun. Itu juga menjadi bagian dari tugas pelayanan yang diperintahkan Mentri Pertanian kepada BBPP Kupang,” kata Roby Darmawan

Tantangan lainnya terkait peningkatan produksi padi, kata Roby Darmawan, adalah usia para petani kita saat ini. Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), lebih dari 70 persen petani kita usianya di atas 40 tahun, sehingga kita butuh regenerasi sehingga jumlah petani kita tidak menurun. Tentunya melalui pelatihan dan bantuan permodalan serta perhatian lainnya yang mendukung


Dipublikasi Pada : 27-08-2026