By: Rudiansyah
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang turut berpartisipasi dalam kegiatan Panen Raya Jagung bersama Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Johni Asadoma, Bupati Kupang Yosef Lede, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT yang dilaksanakan di Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (30/03/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta memperkuat ketahanan pangan daerah menuju Kabupaten Kupang Emas. Panen raya tersebut juga menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Kegiatan panen jagung ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian RI (Mentan) Andi Amran Sulaiman bahwa peningkatan produksi jagung menjadi bagian penting agenda swasembada pangan nasional.
“Jagung adalah komoditas strategis. Pemerintah memastikan petani mendapat dukungan benih unggul, teknologi budidaya, dan akses sarana produksi. Kolaborasi semua pihak akan mempercepat peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani,” katanya.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Idha Widi Arsanti menekankan bahwa peningkatan produksi harus diiringi penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
“Petani tidak hanya butuh sarana produksi, juga pendampingan, pelatihan dan penguatan kelembagaan. Melalui peningkatan kompetensi petani dan penyuluh, kami mendorong pertanian yang modern,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyampaikan bahwa panen raya jagung di Desa Pantulan merupakan bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Ia mengungkapkan bahwa Kabupaten Kupang diperkirakan akan melaksanakan panen jagung seluas kurang lebih 10.000 hektar pada bulan April mendatang dengan estimasi produksi rata-rata mencapai 5 ton per hektar atau sekitar 50.000 ton jagung.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator positif dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. Ia juga mendorong agar lahan pertanian tetap produktif melalui diversifikasi tanaman setelah masa panen.
Sementara itu, Bupati Kupang Yosef Lede menegaskan bahwa keberhasilan panen raya ini merupakan hasil kerja keras masyarakat serta dukungan berbagai pihak dalam menjalankan program pembangunan pertanian. Ia berharap keberhasilan Desa Pantulan dapat menjadi contoh bagi desa lainnya dalam pengembangan sektor pertanian.
Bupati juga mengimbau petani untuk menjaga kualitas hasil panen agar dapat diserap oleh Bulog sesuai harga pemerintah, serta mendorong masyarakat untuk mengelola hasil penjualan secara bijak sebagai modal usaha pertanian selanjutnya.
Mewakili Kapolda NTT, Kombes Pol FX Irwan Arianto, S.I.K., M.H menyampaikan bahwa peningkatan produktivitas jagung di NTT yang kini mencapai lebih dari 5 ton per hektar merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dan konsistensi dalam meningkatkan produksi pertanian secara berkelanjutan.
Tokoh masyarakat Desa Pantulan, Wilhelmus Lussy, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah dalam pengembangan sektor pertanian serta berharap adanya peningkatan sarana pendukung pertanian guna menunjang produktivitas masyarakat.
Kegiatan panen raya ini turut dihadiri Kapolres Kupang, Danramil Camplong, Kapolsek Sulamu, perwakilan Bulog NTT, Kepala BPS Kabupaten Kupang, pimpinan perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten Kupang, Camat Sulamu, Kepala Desa Pantulan, penyuluh pertanian, petani, serta tokoh masyarakat.
Partisipasi BBPP Kupang dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian serta percepatan terwujudnya swasembada pangan di Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui penguatan pelatihan dan pendampingan sektor pertanian dan peternakan.
