By : Sukmawati
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang sukses menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Sesi 1 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tahun 2026 secara virtual melalui aplikasi Zoom. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pemanfaatan teknologi informasi dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi pembinaan meski di tengah tantangan efisiensi anggaran.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, M.Eng , bersama Kapoksi Program dan Kerja Sama, Bayu Ariawan, S.Pd., M.Pd , serta jajaran Kapoksi Penyelenggara Pelatihan, Widyaiswara Utama, dan Ketua Tim Kerja Program dan Kerjasama. Peserta yang hadir meliputi perwakilan P4S dari Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dalam laporan pelaksanaannya, Kapoksi Program dan Kerja Sama, Bayu Ariawan, menekankan bahwa keterbatasan anggaran bukanlah penghalang bagi BBPP Kupang untuk tetap bertanggung jawab membina P4S binaannya.
"Kegiatan ini merupakan bentuk pemanfaatan teknologi. Di saat adanya keterbatasan atau efisiensi anggaran, BBPP Kupang tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya melakukan pembinaan terhadap P4S melalui virtual Zoom," tegas Bayu. Ia juga menambahkan bahwa kehadiran para pengelola P4S dalam forum ini menjadi salah satu indikator penilaian keaktifan yang akan dilaporkan ke tingkat pusat.
Ketua FKP4S Provinsi NTB, Sahdi, yang mewakili P4S wilayah NTB, menyampaikan apresiasinya atas dukungan berkelanjutan dari Kementerian Pertanian melalui BBPP Kupang. Ia berharap pembinaan ini dapat terus berlanjut guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan swadaya dan memperkuat sinergi antara P4S dengan balai.
Senada dengan hal tersebut, Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, M.Eng, dalam arahan sekaligus membuka acara secara resmi, memberikan motivasi agar P4S terus berinovasi.
"Efisiensi anggaran bukan hambatan untuk melakukan pembinaan. P4S harus terus melakukan pelatihan dan peningkatan kompetensi untuk memberdayakan petani serta peternak di lapangan," ujar Roby.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa penguatan kelembagaan P4S adalah kunci keberlanjutan sektor pangan. "Melalui pembinaan yang intensif, baik secara fisik maupun virtual, kita ingin memastikan P4S tetap menjadi pusat pembelajaran (learning center) yang handal bagi masyarakat di sekitarnya," tutur Santi.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya peran P4S sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di desa. "P4S adalah mitra strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi pertanian tradisional menuju modern. Kita harus terus mendampingi mereka agar mampu melahirkan petani-petani milenial yang mandiri dan berdaya saing," tegas Mentan Amran.
Sesi diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta menyampaikan harapan agar kegiatan pembinaan seperti ini rutin dilaksanakan karena membawa dampak positif langsung terhadap perkembangan tata kelola dan produktivitas P4S di wilayah binaan BBPP Kupang.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama secara virtual sebagai simbol kekompakan antara balai dan para pejuang pangan swadaya di wilayah NTT dan NTB.
