By: Ami Daiman
Sebanyak 165 siswa-siswi TK Kasih Yobel Kupang selama 2 hari berturu-turut melakukan kunjungan eduwisata ke Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang pada Tanggal 30 dan 31 Maret 2026 . Kegiatan bertajuk Eduwisata ini bertujuan untuk mengenalkan dunia peternakan dan pertanian secara langsung kepada para siswa sejak dini, sekaligus memberikan pengalaman belajar di luar kelas yang aplikatif dan menyenangkan.
Mengenalkan dunia pertanian dan peternakan sejak dini menjadi salah satu program Kementerian Pertanian (Kementan) dimana Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa keahlian bertanam dan berternak itu bisa menjadi sebuat aset di masa depan. Dengan adanya eduwisata merupakan upaya Kementan dalam moderenisasi pertanian yang harapannya generasi muda mau terjun di bidang pertanian. Dan Kementan terus berupaya mengajak generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian dan peternakan.
“Kita fasilitasi mereka, kita tingkatkan pengetahuan dan kemampuan mereka melalui pelatihan. Kita manfaatkan teknologi, jejaring hingga pemasaran. Kita ubah pola generasi muda, bahwa pertanian itu keren, hebat, dan satu-satunya sektor yang menjanjikan terlebih di tengah pandemi ini ya pertanian,” jelas Amran.
Senada dengan Mentan Amran, Kepala Badan PPSDMP Idha Widi Arsanti juga menekankan bahwa UPT pelatihan harus menjadi sumber belajar yang menarik dan mudah diakses oleh berbagai kalangan masyarakat, tidak hanya petani.
“Agroeduwisata menawarkan pengalaman belajar “sambil berwisata,” yang membuat proses transfer ilmu menjadi lebih menarik dan mudah dipahami karena mengusung metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif,” ujar Santi.
Sebagai salah satu UPT yang berada dibawah BPPSDMP, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang turut andil meningkatkan minat generasi Z (Gen Z), alpha dan milenial di sektor pertanian dan peternakan dengan membuka kesempatan bagi pelajar maupun mahasiswa untuk melakukan kunjungan atau wisata edukasi di BBPP Kupang. Seperti yang dilakukan oleh Sekolah TK Kasih Yobel Kupang Didampingi oleh 6 guru pendamping dan wali murid.
Kunjungan tersebut disambut oleh Tim Kerja Sertifikasi Profesi, Konsultasi Layanan dan PIA, mewakili manajemen BBPP Kupang dalam sambutannya Galih F Antasari mewakili Tim Kerja PIA mengapresiasi dan berharap agar siswa Sekolah TK Kasih Yobel Kupang dapat belajar dan mendapatkan ilmu setelah berkunjung ke BBPP Kupang.
" Kami sangat mengapresiasi kehadiran anak-anak ekolah TK Kasih Yobel Kupang dan BBPP kupang sangat bangga menjadi tempat kunjugan eduwisata Pertanian dan Peternakan karena BBPP Kupang memiliki lahan dan ternak berupa sapi, kambing, unggas dan rusa sehingga anak-anak bisa mengetahui dan melihat secara langsung proses pemeliharaan ternak, proses pemberian pakan, sanitasi, dan kesehatan hewan dll." ungkap Galih
Galih menambahkan " Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa peduli anak-anak terhadap lingkungan sejak dini serta dapat menambah wawasan dalam bidang pertanian dan peternakan." pungkasnya
Menurut Guru Pendaming siswa Miss Clarabella Arista Mauk, S.Pd mengatakan, kunjungan seperti ini sangat penting untuk mengenalkan kepada generasi muda potensi sektor pertanian dan peternakan serta menumbuhkan minat mereka untuk terlibat aktif dalam pengembangan sektor ini di masa depan.
“Kami berharap melalui kegiatan seperti ini akan lahir generasi penerus yang memiliki pemahaman yang baik tentang pentingnya pertanian dan peternakan serta siap untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor ini di Indonesia,” ujar Clara sapaan akrabnya.
Dalam kunjungannya rombongan diajak berkeliling ke unit Hortikultura dengan melihat ladang jagung yang diari dengan sprinkle dan dikendalikan melalui smartphone, green house dengan fertigasi tetes dan pengabut, alat mesin pertanian (alsintan), hingga instalasi ternak seperti sapi, unggas, kambing dan rusa. Antuasime semkain terlihat dikala anak-anak diberikan kesempatan untuk bertanya jawab seputar apa yang mereka lihat dan memberi makan ternak yang ada di BBPP Kupang secara langsung.
Kunjungan eduwisata ke BBPP Kupang ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam meningkatkan minat dan kesadaran siswa siswi terhadap dunia pertanian dan peternakan. Melalui pemahaman yang baik dan rasa cinta yang tumbuh sejak dini, diharapkan generasi muda akan menjadi agen perubahan yang dapat membawa kemajuan dalam sektor pertanian dan peternakan di masa depan.
