Keren, Balai Pelatihan Kementan Sukses Panen Perdana 5.000 Ayam Broiler Sistem Closed House

By: M. Noor TM

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang mencatat tonggak sejarah baru. Pada hari ini Kamis (15/1/2026), BBPP Kupang secara resmi melaksanakan panen perdana ayam broiler hasil budidaya dari fasilitas kandang modern tipe Closed House.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mendorong modernisasi pertanian (Smart Farming) untuk meningkatkan efisiensi produksi dan ketahanan pangan nasional.

Kepala BBPP Kupang, Gunawan menjelaskan panen ini dapat dijadikan pembelajaran bagi semua, untuk masyarakat sekitar, dan dapat memenuhi kebutuhan protein hewani, khususnya mendukung makan bergizi gratis (MBG) di wilayah NTT.

Pernyataan ini senada dengan pernyataan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman. Di mana sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan investasi Rp 20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di berbagai wilayah Indonesia.

Amran mengatakan nantinya hasil dari peternakan tersebut akan disalurkan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Hal-hal yang penting dari seluruh investasi yang kita percepat adalah potensi kelapa, kakao, mente, kelapa sawit, kelapa dalam, kemudian peternakan ayam, pedaging, dan telur terintegrasi,” tutur Amran.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menggarisbawahi bahwa modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan) cerdas merupakan strategi utama. Hal ini juga berlaku untuk sektor peternakan guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Lebih lanjut, Kepala BBPP Kupang menyampaikan bahwa Kandang Closed House yang digunakan di BBPP Kupang merupakan sistem kandang tertutup yang mengatur suhu, kelembaban, dan ventilasi secara otomatis. Fasilitas ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai unit produksi, tetapi yang terpenting adalah sebagai laboratorium hidup dan pusat pelatihan bagi para penyuluh serta peternak milenial di NTT.

"Panen perdana ini adalah bukti bahwa teknologi Closed House sangat adaptif diterapkan di wilayah dengan iklim menantang seperti Kupang. Kami ingin para peternak melihat langsung bahwa dengan sentuhan teknologi, produktivitas bisa meningkat drastis," ujarnya.

Dari 5.000 ekor DOC (Day One Chicken) yang masuk pada Desember 2025 lalu, total sebanyak 4.939 ekor yang dipanen, dengan berat rata-rata 2,1Kg per ekor. Hal ini dikarenakan sebanyak 61 ekor mengalami kematian.

Namun begitu, dari data FCR (Feed Convertion Ratio), hasil ini masih dikategorikan lebih bagus dari standart, dengan tingkat kematian hanya 1%.

Hasil panen ini direncanakan untuk menyuplai kebutuhan daging ayam lokal yang berkualitas dan higienis. Selain itu, keberhasilan ini diharapkan dapat memicu semangat wirausaha muda di sektor peternakan untuk mulai beralih ke teknologi digital dan mekanisasi.

Dipublikasi Pada : 15-01-2026