By: M. Noor TM
Semangat kolaborasi antar pemangku kepentingan tercermin dalam kegiatan panen bersama yang digelar di lahan sawah Kelompok Tani Dahulu Rasa, Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang bersama Pemerintah Kabupaten Kupang. Panen dilakukan di lahan optimalisasi (oplah) sebagai bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa keberlanjutan swasembada pangan tidak cukup hanya bergantung pada capaian jangka pendek. Ia menekankan pentingnya penguatan fondasi struktural melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan.
“Cetak sawah dan optimasi lahan merupakan kunci dalam menjamin ketersediaan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widi Arsanti, menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian.
Menurutnya, penyuluh yang adaptif terhadap dinamika lapangan dan perkembangan teknologi akan mendorong lahirnya petani yang mandiri dan produktif.
Panen padi dilakukan dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) di atas lahan seluas 4 hektare dari total 115 hektare lahan baku sawah kelompok tani tersebut. Produktivitas mencapai 9 ton per hektare, menjadi indikator keberhasilan peningkatan hasil pertanian melalui pendampingan intensif dan dukungan berbagai pihak.
Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, menyampaikan, panen bersama ini tidak hanya menjadi bentuk rasa syukur, tetapi juga momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, penyuluh, dan petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi yang berkelanjutan akan mendorong sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur semakin maju dan berdaya saing.
“Kolaborasi seperti ini harus terus dijaga dan ditingkatkan. Dengan sinergi yang kuat, kita optimis sektor pertanian di Nusa Tenggara Timur akan semakin maju dan berdaya saing,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan oleh Asisten II Bupati Kabupaten Kupang yang berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala SMKPPN Kupang, perwakilan BRMP NTT, penyuluh pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Kupang, unsur kepolisian, pemerintah desa, serta para petani setempat.
Diharapkan, keberhasilan panen ini mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Kupang dan wilayah Nusa Tenggara Timur secara umum.
