By : Sukmawati Ukkas
Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terus memperkuat fondasi reformasi birokrasi di seluruh unit kerjanya. Langkah ini diambil guna memastikan visi besar kedaulatan pangan nasional tercapai melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa integritas adalah pilar utama dalam membangun sektor pertanian yang tangguh.
"Kementerian Pertanian harus menjadi lembaga yang bersih. Tidak ada tempat bagi mereka yang bermain-main dengan anggaran rakyat. Kita harus berlari kencang untuk mencapai swasembada pangan, dan itu hanya bisa dicapai jika mentalitas aparaturnya adalah mentalitas pengabdian," tegas Mentan Amran.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan bahwa penguatan Zona Integritas (ZI) merupakan kewajiban bagi setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan BPPSDMP. Ia menekankan bahwa profesionalisme SDM pertanian harus dibarengi dengan kejujuran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Aksi Nyata di BBPP Kupang Menindaklanjuti arahan tersebut, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menyelenggarakan upacara Penandatanganan Pakta Integritas yang diikuti oleh Kepala Balai, pejabat manajerial, serta seluruh staf. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat di Aula Utama Kantor BBPP Kupang, Senin (23/02/2026).
Penandatanganan ini merupakan bentuk janji setia seluruh aparatur BBPP Kupang untuk tidak melakukan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) serta selalu patuh pada kode etik pegawai.
Dalam sambutannya, Kepala BBPP Kupang, Roby Darmawan, mengingatkan jajarannya bahwa Pakta Integritas yang ditandatangani hari ini adalah tanggung jawab besar, baik kepada organisasi maupun kepada Tuhan.
"Penandatanganan Pakta Integritas ini bukan sekadar seremonial rutin di awal tahun. Ini adalah janji diri kita untuk bekerja dengan benar. Saya minta seluruh pegawai, dari manajerial hingga staf, untuk menjadikan poin-poin dalam pakta ini sebagai pedoman dalam bekerja. Kita harus transparan, akuntabel, dan memberikan pelayanan terbaik bagi para petani dan peternak tanpa ada penyimpangan," ujar Roby.
Melalui penandatanganan ini, BBPP Kupang kembali mempertegas posisinya sebagai lembaga pelatihan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Zona Integritas. Seluruh jajaran berkomitmen untuk terus berinovasi dalam pelayanan publik sembari menjaga budaya kerja yang jujur dan profesional demi kemajuan sektor peternakan di Indonesia Timur.
