Melihat Proses Pembenihan Ikan Betutu

Sumber : pertanianku.co,

Pada budi daya ikan betutu untuk mendapatkan benih unggul, tahap pertama yang harus diperhatikan adalah pemilihan indukan. Indukan ikan betutu bisa diperoleh dari hasil tangkapan ataupun dari hasil budi daya dengan berat antara 150—200 gram.

Ikan betutu jantan memiliki bentuk fisik lebih ramping daripada indukan betina pastikan indukan dalam keadaan sehat dengan organ tubuh yang lengkap, dan masih dalam masa produktif. Ciri-ciri indukan dalam masa produktif terutama jika perutnya diurut akan keluar sel sperma bagi indukan jantan, sedangkan indukan betina biasanya perut membuncit dengan alat kelamin tampak lebih jelas dan berwarna kemerahan.

Indukan ikan betutu yang siap untuk dipijahkan ini selanjutnya ditempatkan ke dalam kolam pemijahan. Luas kolam pemijahan bervariasi tergantung dari ketersediaan lahan. Biasanya kolam berbentuk persegi panjang dengan letak pintu pemasukan dan pembuangan air berseberangan secara diagonal. Tujuannya, agar kolam bisa memperoleh air dari saluran langsung dan pembuangannya pun bisa lancar.

Debit air kolam yang dibutuhkan minimal 25 liter/menit. Pergantian air secara terus-menerus ini akan berpengaruh positif terhadap proses pemijahan. Bila lahan terbatas, bisa menggunakan bak semen berukuran 2×1 m dengan kedalaman 1 meter untuk pemijahan sepasang induk ikan betutu.

Di dalam kolam pemijahan tersebut harus dilengkapi dengan substrat. Substrat ini terbuat dari pipa paralon berdiameter 4 inci dengan panjang 40 cm yang dibelah dan kemudian gabungkan kembali dengan menggunakan tali. Subtrat berfungsi sebagai sarang untuk proses kawin sekaligus tempat menempelkan telur-telur ikan.  Proses pemijahan biasanya akan terjadi pada malam hari.

Setelah proses pemijahan selesai, angkat substrat-substrat tersebut ke dalam kolam penetasan atau bisa juga menggunakan akuarium dengan diberi aerasi agak kuat, dan ditetesi sedikit Malachytgreen atau Metilen Blue untuk mencegah jamur. Telur yang terserang jamur akan tampak putih berbulu, dan sebaiknya segera diangkat agar tidak menulari telur yang lain.

Setiap sarang subtrat terdapat sekitar 20.000—30.000 butir telur. Proses penetasan telur-telur ini akan berlangsung secara bersamaan  dalam kurun waktu 2—4 hari. Adapun untuk persentase telur yang menetas antara 80—90%.

Pemeliharaan benih ikan betutu sebaiknya dibagi ke beberapa kolam dan setiap kolam ditebar sekitar 1.000—2.000 benih. Hal ini supaya benih dapat berkembang dengan baik. Benih ikan betutu umur 2—30 hari diberi makan cacing sutra 2 kali sehari. Selebihnya, bisa diberi makan anak ikan hidup atau udang ebi 2 kali sehari selama kurang lebih 2,5 bulan hingga beratnya mencapai 10 gram. Benih ikan betutu siap untuk dijual setelah 4 bulan.

Agar benih-benih ikan betutu dapat bertahan hingga ke lokasi tujuan, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan dalam proses packing. Langkah pertama, menyiapkan air dengan suhu antara 22—23 derajat, kemudian masukkan ikan ke air tersebut dan biarkan selama 2—3 jam. Selanjutnya, masukkan ikan bersama air tersebut ke dalam kantong plastik packing. Biasanya, untuk satu plastik ikan bisa berisi antara 2.000—3.000 benih tergantung jarak tujuan. Sebelum plastik diikat, masukkan terlebih dahulu sedikit lumpur, agar kadar air di dalam plastik bisa lembap. Setelah itu, beri oksigen di dalam plastik dan ikat hingga rapat. Proses terakhir, masukkan plastik berisi ikan ke dalam box styrofoam. Letakkan plastik berisi es batu di sela-sela styrofoam. Benih ikan betutu siap untuk didistribusikan ke berbagai wilayah.

Dipublikasi Pada : 14-07-2023