Mengenal Penyakit Tetelo / Newcastle Disease (ND)

Sumber : sinauternak.com

Penyakit Newcastle Disease (ND) atau Tetelo merupakan masalah yang sering dijumpai dalam industri peternakan unggas di Indonesia.

ND adalah penyakit menular akut yang menyerang ayam dan unggas lainnya, menyebabkan gejala klinis seperti gangguan pernafasan, pencernaan, syaraf, dan mortalitas tinggi.

Penyakit ini disebabkan oleh virus NDV dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi peternak.

Peternak ayam perlu waspada dan siaga terhadap penyakit ini dan memahami penyebab, gejala, cara mengobati, dan cara mencegahnya.

Pengertian Penyakit Tetelo

Tetelo atau Newcastle Disease (ND) adalah penyakit menular yang menyebar cepat pada unggas. Gejala klinis yang ditimbulkan pada ayam yang terkena penyakit ini meliputi gangguan pernafasan, pencernaan, dan saraf, serta tingginya angka kematian.

Gejala umum yang ditunjukkan oleh ayam yang terkena penyakit ini antara lain tampak pucat, lesu, posisi kepala tidak stabil, dan kotoran berwarna kebiruan. Penyakit ini sangat menular sehingga saat ada ayam yang menunjukkan gejala tersebut, sebaiknya dipisahkan dan dikarantina di kandang terpisah.

Sejarah Singkat Penyakit Newcastle Disease (ND) atau Tetelo pertama kali ditemukan di Inggris oleh Doyle pada tahun 1927, tetapi literatur menyatakan bahwa kasus wabah ND pertama kali terjadi di Pulau Jawa pada tahun 1926. Virus ND menyebabkan gejala klinis seperti gangguan saraf dan tortikolis pada ayam, serta kematian dalam waktu 7 hari. Wabah ND menyebar cepat dari Jawa Barat ke Cirebon, Semarang, hingga Surabaya dalam beberapa bulan saja. Gejala klinis ayam yang terinfeksi ND pada tahun 1926 mirip dengan infeksi ND Genotype 6 yang masuk ke grup Velogenic Neurotropic ND yang menyebabkan ayam berputar-putar sehingga muncul istilah Tetelo yang berasal dari bahasa Jawa “seperti orang gila (telo)”.

Penyebab 

Penyakit Tetelo atau Newcastle Disease (ND) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus NDV (Newcastle Disease Virus) dari kelompok virus avian paramyxovirus.

Virus ini memiliki sifat neurotropic yang menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan menyebabkan gejala seperti putaran pada ayam. Virus ini dapat menyebar melalui udara, air, dan kontak dengan unggas atau alat yang digunakan dalam budidaya unggas.

Virus ini juga dapat bertahan lama dalam lingkungan dan dapat menyebar melalui burung migratif, menyebabkan wabah penyakit pada skala luas.

Faktor seperti kebersihan kandang, pencahayaan matahari, dan sirkulasi udara yang tidak baik juga dapat menyebabkan ayam terjangkit virus ND dan menyebabkan penyakit Tetelo.

Gajala 

Selain gejala yang telah disebutkan pada bagian sebelumnya, terdapat beberapa gejala khusus lainnya, diantaranya: 

  • Lendir berlebihan di Trakea
  • Pernafasan pada ayam terganggu, dimana yang umumnya terjadi, ayam akan mengalami bersin-bersin, ngorok, batuk dan juga nafasnya tersendat.
  • Pada tubuh ayam akan terlihat lesu dan lemas
  • Nafsu makan pada ayam akan menjadi menurun dinanding pada hari – hari biasanya.
  • Bila penyakit ini menyerang pada ayam betina, ini akan mengakibatkan produktifitas telur menjadi menurun
  • Kotoran ayam akan terlihat lebih encer dan berwarna hijau
  • Pada kornea mata ayam terlihat keruh.
  • Jenggernya berwarna biru, sayam akan menjadi menurun.
  • ketika sudah parah maka akan terjadi kelumpuhan saraf yang akan mengakibatkan kejang – mkejang dan leher terpuntir ke arah bawah

Risiko Terkena Wabah Tetelo

Risiko terbesar saat ternak ayam terjangkit penyakit Tetelo adalah kematian. Apabila dibiarkan dan akhirnya menular pada ternak yang lain, akan terjadinya kematian ternak secara masif hingga 100%. 

Selain itu, Risiko penyakit Newcastle Disease (ND) pada peternakan unggas dapat berupa beberapa hal lain, di antaranya:

  • Kematian yang tinggi pada ayam dan unggas lainnya.
  • Penurunan produksi telur dan daya tetas yang mengakibatkan kerugian ekonomi bagi peternak.
  • Hambatan pertumbuhan pada ayam dan unggas lainnya.
  • Penurunan kualitas produk daging dan telur yang dihasilkan.
  • Biaya yang dikeluarkan untuk pengobatan dan pencegahan penyakit yang cukup besar.
  • Hambatan ekspor produk unggas karena regulasi yang ketat dari negara tujuan ekspor.
  • Penurunan nilai jual dari unggas yang terkena penyakit.
  • Risiko dari penyakit yang menyebar ke peternakan lainnya dan menyebabkan wabah yang luas.
  • Risiko dari pembatasan atau pembersihan massal unggas yang terkena penyakit oleh pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran.

Penularan 

Penularan Tetelo pada ayam dapat terjadi melalui alat transportasi, pekerja kandang, burung dan hewan lain. Memungkinkan juga adanya penularan dari transportasi karkas ayam yang tertular virus ND dan ayam dalam masa inkubasi. 

Pada sesama ayam, penularan terjadi melalui kontak dengan hewan sakit, sekresi, ekskresi hewan sakit, serta juga bangkai unggas penderita.

Virus ND yang telah tercampur pada urine dan feses ayam, kurang lebih mampu bertahan selama dua bulan, bahkan lebih jika kondisi kotoran sudah mengering. 

Cara Pencegahan Wabah Tetelo (ND) di Peternakan Ayam

Karena penyakit Tetelo disebabkan oleh virus, maka cara pencegahannya yang dinilai paling efektif adalah menjaga imunitas ayam dengan melakukan vaksin.

Namun ada Beberapa hal yang bisa dipraktekkan untuk pencegahan penyakit ND dalam skala Peternakan sebagaimana berikut ini: 

1. Mempertahankan kenyamanan ayam di umur 2-3 minggu

Cara mengobati Tetelo dalam skala peternakan meliputi beberapa langkah penting, diantaranya:

  1. Memaksimalkan performa ayam pada periode 2-3 minggu pertama untuk memperoleh sistem imunitas yang optimal.
  2. Menjaga kualitas litter untuk meminimalkan konsentrasi amonia dikandang dan mengurangi stress pada ayam.
  3. Mempercepat pelebaran kandang untuk mengurangi stress akibat kepadatan.
  4. Menurunkan sekam dengan bertahap dan lebih terkontrol untuk mengurangi stress eksternal.
  5. Memberikan bahan supportive lewat air minum seperti sorbitol untuk membantu meningkatkan energi ayam.
  6. Memberikan pakan yang berkualitas dan sesuai dengan pola pemberian yang tepat untuk mendukung sistem imunitas ayam.
  7. Menyuntikkan vaksin yang sesuai untuk mencegah dan mengatasi infeksi virus ND.

2. Program vaksinasi yang ketat dan tepat

Program vaksinasi ND dalam skala peternakan harus dilakukan dengan benar untuk mendapatkan proteksi yang optimal. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam program vaksinasi ini diantaranya:

  • Penggunaan vaksin ND live pada awal kehidupan ayam sangat dibutuhkan karena Ig A yang bertanggung jawab terhadap immunitas lokal sangat sedikit sekali persentasinya yang diturunkan dari induk ke anak. Metode spray dapat memberikan gertakan terhadap immunitas lokal lebih baik dan lebih cepat dibandingkan metode lain.

  • Penggunaan vaksin ND kill pada awal dengan full dose dan yang memiliki konsentrasi virus sangat tinggi sangat dianjurkan untuk membantu tingkat proteksi mengingat masih adanya kekebalan dari induk yang menyebabkan munculnya interferensi dengan virus vaksin.

  • Penggunaan booster ND live dengan strain lasota sangat disarankan lebih maju pada umur 14-16 hari karena tantangan ND sekarang juga lebih awal. Program ini jarang digunakan dan salah satu alasan utama peternak tidak menggunakan booster ND dengan strain tersebut karena ketakutan terhadap munculnya postvaksin reaksi.

  • Penggunaan ND lasota untuk booster kedua sangat disarankan karena kemampuan spreading dan kemampuan menggertak kekebalan strain ini sangat optimal. Dari berbagai penelitian akhir-akhir ini dan pengalaman lapangan menunjukkan penggunaan ND Live + ND Kill dikombinasikan dengan booster ND Live lasota lebih bagus dibandingkan ND Live + ND Kill di awal ataupun ND Live diawal + booster ND Live Lasota dapat memberikan proteksi terhadap tantangan ND Genotipe VII. Perlu diingat bahwa virus ND hanya SATU SEROTIPE sehingga semua jenis vaksin bisa memberikan proteksi sama terhadap tantangan virus ND Genotipe VII.

3. Penerapan Sistem Sanitasi dan Biosecurity

Terakhir yang juga penting adalah pola perilaku sistem sanitasi dan biosecurity pada saat kandang masih ada ayam ataupun pada saat kosong kandang melalui:

  • Penyemprotan dengan desinfektan setiap pagi dan sore pada masa ada ayam produksi akan membantu menurunkan konsentrasi virus ND di sekitar kandang.
  • Meningkatkan pola kebersihan pada peralatan, kotoran dan vektor penyakit terutama kutu dan tikus saat kosong kandang akan sangat membantu menurunkan keganasan virus ND di sekitar kandang.
  • Pengendalian akses: Mengontrol akses ke kandang dengan mengecilkan jumlah orang yang diperbolehkan masuk dan melakukan pemeriksaan riwayat perjalanan pada semua yang masuk.
  • Edukasi dan pelatihan: Memberikan edukasi dan pelatihan kepada peternak dan pekerja kandang tentang teknik biosecurity dan sanitasi yang tepat serta cara mengendalikan infeksi

Cara Mengobati Penyakit Tetelo

Belum ditemukan obat yang dapat menyembuhkan ND. Usaha yang dapat dilakukan antara lain membuat kondisi badan ayam cepat membaik dan merangsang nafsu makannya. Ayam dapat diberikan tambahan vitamin dan mineral, serta mencegah infeksi sekunder dengan pemberian antibiotik. Dapat pula diberikan pemanasan tambahan pada kandang.

Untuk mengobati Tetelo pada skala peternakan, beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pemusnahan unggas sakit: Ayam yang terdiagnosis menderita Tetelo harus dibunuh dan dibakar untuk mencegah penyebaran virus.

  2. Vaksinasi: Vaksinasi merupakan cara yang efektif untuk mencegah infeksi Tetelo. Selain itu, pemberian vaksin juga dapat mengurangi gejala yang muncul pada ayam yang terinfeksi.

  3. Sanitasi: Sanitasi kandang dan lingkungan sekitar sangat penting untuk mencegah penyebaran virus. Pembersihan kandang secara rutin dan pembuangan sampah yang tepat dapat membantu mencegah infeksi.

  4. Isolasi: Ayam yang terdiagnosis menderita Tetelo harus dipisahkan dari ayam lain dan ditempatkan dalam kandang yang terisolasi untuk mencegah penyebaran virus.

  5. Pengendalian burung liar: Pengendalian burung liar yang menyebar virus Tetelo harus dilakukan dengan baik, seperti dengan menangkap atau membunuh burung liar yang terjangkit.

  6. Pemantauan dan pemeriksaan: Pemantauan dan pemeriksaan rutin harus dilakukan untuk mendeteksi adanya infeksi Tetelo sejak dini dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran virus.

Dipublikasi Pada : 02-06-2023