MENYIKAPI FENOMENA PERUBAHAN IKLIM; BBPP KUPANG GELAR PELATIHAN TEKNIS MITIGASI DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM

By: Drh. Helda

Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) menggelar pelatihan bagi tiga angkatan. salah satunya pelatihan teknis mitigasi dan adaptasi perubahan iklim bagi petugas/penyuluh. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang berlangsung dari tanggal 2 maret hingga 4 maret 2020.
Pelatihan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan profesionalisme Penyuluh Pertanian dalam rangka mengantisipasi perubahan iklim untuk meminimalisasi dampak negatif dari fenomena alam agar dapat meningkatkan sasaran pembangunan pertanian. dalam hal ini kesejahteraan petani dan sukses pembangunan pertanian yang berkelanjutan diversifikasi pangan. peningkatan nilai tambah dan daya saing.

Pada pelatihan ini peserta melakukan kunjungan ke Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang. ?Kunjungan ini disambut baik oleh Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang Apolinaris Samsudin Geru. SP. M.Si. Dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa kerjasama antara BBPP Kupang dan Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang sudah terjalin sangat lama dalam rangka kegiatan pelatihan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. oleh karena itu beliau mengharapkan agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan peserta dapat mengikuti setiap penjelasan dengan baik agar dapat menambah pengetahuan terkait mitigasi dan perubahan iklim sehingga para peserta pelatihan dapat menjadi corong informasi BMKG bagi para petani.

Peserta pelatihan mendapat kesempatan untuk melihat dan berdiskusi mengenai alat-alat yang ada di Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang. Kegiatan pengenalan alat-alat ini dipandu oleh Kadek Fajar Hadisuata S.Tr. Peserta diperkenalkan dan diberi penjelasan mengenai sejumlah alat-alat yang ada di Stasiun Klimatologi Kelas II Kupang antara lain Actinograph Bimetal. Anemometer. Campbell Stokes. Cub Counter Anemometer. High Volume Air Sampler (HV Sampler). Lysimeter. Panci Penguapan (Open Pan Evaporimeter). Penakar Hujan Otomatis. (Hellman). Penakar Hujan (Observasi). Termometer Apung Maksimum dan Minimum. dan Autometic Weather System. Selain diberi perkenalan mengenai alat-alat yang digunakan di lapangan peserta juga diperkenalkan dengan alat display yang berada dalam ruangan dan juga dilakukan praktikum.

Dalam kegiatan perkunjungan ini. peserta dibekali dengan materi yang disampaikan oleh Kadek Fajar Hadisuata. S.Tr. pada penyampaian materinya. dijelaskan bahwa system pertanian Indonesia masih sangat bergantung pada keadaan iklim. Keadaan iklim yang semakin hari semakin tidak menentu dapat berdampak pada menurunnya produktivitas pertanian. Perubahan ini juga disebabkan oleh kegiatan manusia (konsumsi energi. Industri. Transportasi. Pembukaan Lahan). peningkatan efek rumah kaca. serta global warming.
?Oleh karena itu pentingnya kita menjaga alam. karena sebagaimana kita memperlakukan alam dengan baik maka alampun akan melakukan hal yang sama bagi kita? ujar Kadek sekaligus menutup materinya.

Dipublikasi Pada : 04-03-2020