Pemberdayaan Petani Milenial: Melalui BOC Vol. 357, BBPP Kupang Kupas Tuntas Kiat Sukses Budidaya Jamur Tiram

By : Sukmawati

Dalam rangka mempercepat pencapaian swasembada pangan serta optimalisasi pemanfaatan limbah menjadi nilai ekonomi bernilai tinggi, Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang menyelenggarakan kegiatan Bertani On Cloud (BOC) Volume 357. Pelatihan yang mengusung tema “Kiat Sukses Budidaya Jamur Tiram” ini dilaksanakan secara hibrida dan diikuti dengan sangat antusias oleh ratusan Sobat Tani, penyuluh, serta praktisi pertanian dari seluruh penjuru tanah air.
Langkah masif peningkatan kapasitas SDM ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang terus mendorong pemanfaatan setiap jengkal lahan, termasuk integrasi pertanian ramah lingkungan berbasis rumah tangga untuk menopang ekonomi nasional.
"Kita harus bergerak cepat dan taktis. Ketahanan pangan nasional tidak hanya dibangun dari hamparan sawah yang luas, tetapi juga bisa dimulai dari pekarangan rumah. Generasi muda dan petani milenial harus jeli melihat peluang, memanfaatkan limbah organik di sekitarnya menjadi sumber pangan baru dan penggerak ekonomi keluarga secara mandiri," tegas Mentan Amran.
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penyuluh Pertanian mewakili Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP). Dalam arahannya, Tedy Dirhamsyah menekankan bahwa komoditas hortikultura seperti jamur tiram memiliki daya tarik luar biasa karena perputaran modalnya yang relatif singkat dan teknisnya yang sangat aplikatif.
"Melalui program Bertani On Cloud (BOC) ini, kita ingin memastikan bahwa ilmu dan teknologi pertanian dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. Budidaya jamur tiram ini adalah solusi cerdas. Modalnya terjangkau, menggunakan limbah serbuk gergaji kayu yang melimpah, dan pasarnya sangat terbuka luas. Jika setiap rumah tangga tani mampu mengadopsi kiat sukses ini, kita tidak hanya menggerakkan roda ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat fondasi swasembada pangan yang berkelanjutan," ujar Kapuslatan membuka acara.
BOC Vol. 357 kali ini menghadirkan narasumber utama yang merupakan salah satu sosok petani milenial inspiratif binaan BBPP Kupang, yaitu Arlot Sanam selaku Ketua P4S Basecamp Petani yang berlokasi di Desa Kuimasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. Melalui kombinasi pemaparan teori di studio dan demonstrasi praktik penataan baglog secara langsung (live) bersama Widyaiswara BBPP Kupang, Rifki Ramadan.
Para peserta dibekali ilmu komprehensif. Materi yang dibedah mengupas tuntas mulai dari formulasi media tanam (serbuk gergaji, dedak, kapur), proses sterilisasi, teknik inokulasi, hingga manajemen suhu ruangan untuk wilayah dengan iklim cenderung panas.
Setelah seluruh rangkaian materi dan sesi diskusi interaktif yang padat selesai dilaksanakan, kegiatan ini resmi ditutup oleh Ketua Kelompok Substansi Penyelenggaraan Pelatihan BBPP Kupang, Menix Etwan Manafe.
Dalam sambutan penutupnya, Menix menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas partisipasi aktif dan kedisiplinan para peserta dari awal hingga akhir acara. Beliau berharap agar ilmu teknis serta kiat bisnis yang telah dibagikan oleh narasumber tidak berhenti di ruang virtual, melainkan dapat langsung diimplementasikan secara nyata di daerah masing-masing.
"Kami berharap pelatihan melalui BOC Vol. 357 ini menjadi pemantik bagi lahirnya wirausahawan-wirausahawan baru di bidang budidaya jamur tiram. Dengan modal terjangkau, usaha ini terbukti mampu menghasilkan keuntungan maksimal mencapai belasan juta rupiah per siklus produksi, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar melalui pemanfaatan limbah," tutur Menix sebelum menutup kegiatan secara resmi.
Dengan berakhirnya pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat memanfaatkan sisa limbah organik di sekitarnya secara bijak menjadi sumber pendapatan baru yang menopang kesejahteraan keluarga petani Indonesia.

Dipublikasi Pada : 02-07-2026