By : Sukmawati
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang kembali membuktikan komitmennya dalam mentransformasi sektor pertanian dan peternakan melalui penguatan kelembagaan lokal. Langkah nyata ini diwujudkan dengan digelarnya kegiatan NAP4S Volume 2 bertajuk “Penguatan Kapasitas P4S melalui Penyusunan Kurikulum Pelatihan yang Berkualitas” secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Kepala BBPP Kupang yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua Kelompok Substansi Program dan Evaluasi, Bayu Ariawan. Dalam sambutan pembukaannya, Bayu menekankan bahwa Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) merupakan pilar utama penumbuhan inovasi di akar rumput.
"Kurikulum yang berkualitas adalah kompas sekaligus jantung dari sebuah pelatihan. Melalui standarisasi kurikulum yang terukur dan aplikatif di setiap P4S, kita dapat memastikan transfer teknologi dan pengetahuan kepada petani-peternak berjalan optimal, efisien, dan tepat sasaran," ujar Bayu saat membuka acara.
Program NAP4S Vol. 2 ini menghadirkan narasumber ahli, Wiwiek Yuniarti yang mengupas tuntas anatomi penyusunan kurikulum pelatihan modern,
Peningkatan kapasitas kelembagaan tani swadaya ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), yang terus mendorong modernisasi dan kemandirian sektor pangan nasional melalui SDM yang kompeten.
"Pertanian modern membutuhkan akselerasi kompetensi yang merata hingga ke tingkat desa. P4S harus bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang profesional, adaptif terhadap teknologi digital, dan mampu mencetak petani-peternak milenial yang berjiwa wirausaha. Kurikulum pelatihan di tingkat swadaya wajib berbasis kebutuhan pasar agar produk kita berdaya saing tinggi," tegas Mentan dalam instruksinya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti turut memberikan dorongan kuat terhadap standarisasi mutu kelembagaan pelatihan swadaya di bawah binaan Kementan.
"BPPSDMP terus berkomitmen melakukan standardisasi dan klasifikasi P4S di seluruh Indonesia. P4S bukan sekadar tempat berkumpul, melainkan lembaga pelatihan yang melahirkan pembaru pertanian. Oleh karena itu, kemampuan menyusun kurikulum pelatihan yang bermutu adalah kompetensi mutlak yang harus dimiliki oleh pengelola P4S guna memastikan keberlanjutan dampak positif di wilayahnya masing-masing," ungkap Santi.
Melalui penyelenggaraan NAP4S Volume 2 ini, BBPP Kupang berharap seluruh pengelola P4S wilayah binaan dapat segera mengimplementasikan penyusunan kurikulum yang dinamis, tidak kaku, namun tetap memiliki landasan ilmiah yang kuat guna mendorong lahirnya SDM tani yang andal, mandiri, dan berjiwa technopreneur
