By : Yunindah Lestari Lapihu, S.Pt., M.Si
Sistem pemeliharaan ayam closed house (kandang tertutup) adalah metode peternakan modern yang mengisolasi ayam dari lingkungan luar untuk menciptakan kondisi mikroklimat yang ideal. Hingga tahun 2025, sistem ini menjadi standar efisiensi di industri perunggasan karena kemampuannya mengoptimalkan produktivitas melalui kontrol teknologi. Sistem pemeliharaan ayam closed house merupakan inovasi teknologi yang mengatur kondisi lingkungan di dalam kandang secara otomatis untuk mengoptimalkan performa ternak.
Komponen Utama Sistem Closed House
Sistem ini mengandalkan integrasi perangkat elektronik untuk mengatur suhu dan udara secara otomatis:
- Sistem Ventilasi: Menggunakan kipas (exhaust fan) untuk menarik udara keluar dan cooling pad (evaporator) untuk mendinginkan udara yang masuk.
- Digital Controller: Otak sistem yang memantau sensor suhu dan kelembapan untuk mengatur kecepatan kipas secara otomatis.
- Sistem Pakan & Minum Otomatis: Menggunakan silo dan pan feeder untuk pakan, serta nipple drinker untuk air guna meminimalkan pemborosan dan kontaminasi.
- Pemanas (Heater): Krusial untuk fase brooding agar DOC (ayam umur sehari) tetap hangat sesuai suhu tubuh yang dibutuhkan.
Keunggulan Pemeliharaan
Dibandingkan sistem open house, metode ini menawarkan beberapa keuntungan signifikan:
- Kepadatan Tinggi: Memungkinkan pemeliharaan hingga 20.000–22.000 ekor dalam satu kandang standar (12 x 120 meter), jauh lebih tinggi dari kandang terbuka.
- Biosekuriti Lebih Terjamin: Kontak minimal dengan lingkungan luar menekan risiko penyebaran virus seperti flu burung.
- Efisiensi Pakan (FCR): Ayam lebih tenang dan tidak mengeluarkan energi untuk beradaptasi dengan cuaca ekstrem, sehingga pakan lebih efisien diubah menjadi daging.
- Mortalitas Rendah: Data tahun 2025 menunjukkan angka kematian di closed house rata-rata di bawah 3%, lebih rendah dibanding sistem terbuka.
Tantangan dan Biaya
Meskipun produktif, sistem ini memerlukan investasi awal yang besar untuk pembangunan fisik dan perangkat teknologi. Selain itu, operasional sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil untuk menjalankan kipas dan sistem kontrol selama 24 jam.
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan sistem closed house untuk referensi peternak:
Kelebihan Sistem Closed House
- Kontrol Lingkungan yang Akurat: Suhu, kelembapan, dan kecepatan angin dapat diatur sesuai dengan kebutuhan umur ayam, sehingga meminimalkan stres akibat perubahan cuaca ekstrem.
- Efisiensi Pakan (FCR) yang Lebih Baik: Karena suhu ruangan stabil, energi dari pakan sepenuhnya digunakan untuk pertumbuhan daging, bukan untuk menjaga suhu tubuh. Hal ini menurunkan angka Feed Conversion Ratio (FCR).
- Keamanan Biologis (Biosecurity) Tinggi: Desain kandang yang tertutup rapat meminimalkan kontak dengan hewan liar atau burung pembawa penyakit, sehingga menurunkan risiko penularan virus dan bakteri.
- Kapasitas Kandang Lebih Besar: Dengan sistem sirkulasi udara yang baik, kepadatan ayam per meter persegi bisa mencapai 2-3 kali lipat lebih banyak dibandingkan kandang terbuka (open house).
- Pertumbuhan Lebih Seragam: Distribusi udara dan pakan yang merata memastikan pertumbuhan ayam dalam satu populasi menjadi lebih seragam dan panen bisa dilakukan lebih cepat.
Kekurangan Sistem Closed House
- Investasi Awal yang Tinggi: Membangun closed house membutuhkan biaya besar untuk pengadaan peralatan otomatis seperti kipas exhaust, cooling pad, dan sistem kontrol digital.
- Ketergantungan Tinggi pada Listrik: Sistem ini sepenuhnya bergantung pada listrik untuk menggerakkan kipas dan pompa air. Jika listrik padam tanpa adanya generator cadangan (genset), ayam bisa mati dalam waktu singkat akibat kekurangan oksigen dan panas (heat stress).
- Membutuhkan Sumber Daya Manusia Terampil: Operator kandang harus memiliki kemampuan teknis untuk mengoperasikan peralatan digital dan memahami manajemen data lingkungan kandang.
- Biaya Operasional Listrik: Penggunaan peralatan elektronik yang bekerja 24 jam meningkatkan biaya tagihan listrik bulanan dibandingkan sistem kandang tradisional.
- Risiko Kerusakan Alat: Komponen elektronik dan mekanik dalam kandang memerlukan perawatan rutin. Kerusakan pada satu sensor atau kipas dapat berdampak fatal jika tidak segera dideteksi.
Bagi Anda yang berencana membangun sistem ini, Anda dapat mempelajari manajemen perkandangan melalui panduan dari Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.
