STRATEGI PENANGANAN PAKAN HIJAUAN SAAT MUSIM HUJAN

By : Eni Mulyanti, S.Pt., M.Si

Musim hujan di Indonesia umumnya berlangsung sekitar bulan Oktober hingga April.  Musim hujan ini akibat pengaruh angin dari Samudra Hindia dan Pasifik yang membawa uap air, dengan puncak hujan sering terjadi pada Desember hingga Februari. Meskipun demikian,  awal musim dan puncaknya bervariasi di setiap wilayah.

Musim hujan membawa pengaruh positif maupun negatif bagi ternak. Musim hujan membawa pengaruh positif terhadap pertumbuhan hijauan pakan ternak. Air yang melimpah membuat tanaman pakan ternak tumbuh sangat baik yang pada akhirnya dapat meningkatkan kuantitas pakan segar yang subur dan melimpah. Namun demikian, musim hujan juga membawa pengaruh negatif terhadap kehidupan ternak, antara lain kejadian kembung dan diare pada ternak, peningkatan bibit penyakit akibat lingkungan yang lembab, serta kulaitas pakan yang menurun.

Kondisi hijauan yang terlalu basah pada musim penghujan terutama yang masih muda, meningkatkan risiko kembung dan diare pada ternak. Rumput basah berisiko tercemar kotoran ternak atau agen penyakit, meningkatkan risiko infeksi. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah dampak negative tersebut antara lain : pelayuan, teknik pemanenan, manajemen pemberian hijauan serta menjaga kebersihan pakan dan kandang.

Pelayuan merupakan salah satu cara untuk menurunkan kadar air yang terlalu tinggi pada hijauan.  Hijauan perlu diayukan selama 12 jam atau lebih, bila perlu 2 hari jika hujan lebat agar kadar air turun drastis dan telur cacing mati/jatuh. Hijauan cukup diangin-anginkan, jangan dijemur langsung di bawah matahari terik.  Hijuan dilayukan dengan posisi berdiri atau ditumpuk tidak terlalu tinggi.

Pemotongan hijauan pada pagi hari sebaiknya dilakukan setelah lepas embun. Pemotongan hijauan pada pagi hari dimaksudkan karena kandungan nutrisi pada rumput lebih tinggi di pagi hari sebelum matahari terlalu terik. Pemotongan hijauan setelah embun hilang dan sebelum terlalu basah membantu mencegah perut kembung pada sapi (bloat). Di daerah yang sangat kering, pemotongan sore hari juga bisa efektif karena kelembaban relatif rendah, namun ini kurang ideal untuk daerah yang lembap. Jika hijauan akan segera diproses menjadi pakan cincang (greenchop), waktu pemotongan bisa lebih fleksibel, tapi tetap hindari saat terlalu basah. Pemotongan hijauan sebaiknya dilakukan di atas permukaan air untuk mengurangi kontaminasi telur cacing.  Hijauan pakan juga bisa dipanen dengan menyisakan 5-10 cm batang/ruas terbawah agar tunas baru tumbuh maksimal dan akar tidak muncul ke permukaan.

Untuk memaksimalkan pertumbuhan ternak pada musim hujan, ternak perlu diberikan pakan berkualitas untuk memenuhi nutrisinya.  Ternak juga perlu diberi tambahan nutrisi berupa konsentrat dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh ternak tersebut.  Hindari pemberian pakan yang baru dipanen dan basah langsung ke ternak.  Kandang juga harus dijaga agar dalam kondidi kering, bersih, dan sirkulasi udara baik untuk mencegah penyakit. 

Produksi  hijauan pakan yang berlimpah saat musim hujan juga dapat dimanfaatkan sebagai cadangan pakan di musim kemarau yang biasanya terjadi penurunan produksi hijauan. Cadangan pakan ini dapat disediakan dengan cara pengawetan hijauan pakan. Pengawetan hijauan dapat dilakukan dengan pembuatan silase dan hay. Silase merupakan teknik mengawetkan hijauan segar dengan cara fermentasi dalam wadah kedap udara (silo/tong). Sedangkan hay Adalah hijauan yang dikeringkan di bawah matahari hingga kadar air 15-20%.  Hay yang sudah dibuat selanjutnya dapat dipadatkan dan kemas untuk disimpan.

Dipublikasi Pada : 29-12-2025