By: M. Noor TM, S. Kom
Pemerintah berupaya mempercepat peningkatan produksi dalam negeri melalui perluasan lahan tanam dan penguatan peran generasi muda di sektor pertanian. Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Tanam Serentak di Lahan CSR yang dilaksanakan secara nasional di 5 Provinsi lokasi CSR, Kamis (26/2/2026), salah satunya di Nusa Tenggara Timur.
Mentan Amran menegaskan bahwa keberlanjutan swasembada tidak hanya bergantung pada produksi jangka pendek, tetapi pada penguatan fondasi struktural melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan (oplah).
Tahun lalu realisasi cetak sawah mencapai sekitar 200 ribu hektare dan tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 250 ribu hektare.
Program oplah juga telah berjalan ratusan ribu hektare dalam dua hingga tiga tahun terakhir sebagai penguat kapasitas produksi nasional.
“Ini yang membuat swasembada kita sustain. Minimal bertahan 5 sampai 7 tahun, bahkan bisa 10 tahun kalau berlanjut,” tegas Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti menjelaskan bahwa penanaman serentak ini dilakukan di lahan CSR seluas 300 hektare dimana luasan ini tersebar di 5 Provinsi. Di Kalimantan Selatan 35 Ha, Kalimantan Tengah 11 Ha, Papua Selatan 230 Ha, Nusa Tenggara Timur 11 Ha dan Sumatera Selatan 13 Ha.
"Jadi total 300 Ha kita tanam serentak pada hari ini. Untuk ke depan, ttentu saja kita harapkan 3 bulan ke depan dapat panen serentak dan kita akan canangkan penanaman lagi di lahan CSR seluas 1.000 Ha", ungkap Idha.
Dalam kegiatan ini, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Kupang melakukan penanaman padi di lokasi percetakan sawah baru yang ada di Desa Manusak, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Di sela agenda kegiatan, Roby Darmawan, Kepala BBPP Kupang menjelaskan melalui kegiatan Tanam Serentak CSR ini, BBPP Kupang menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program strategis Kementerian Pertanian, khususnya dalam mencapai swasembada pangan berkelanjutan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala SMK-PP Negeri Kupang, Kepala BRMP NTT, Para Penyuluh, Dinas Pertanian Provinsi NTT, Anggota Brigade Pangan dan Siswa – Siswi SMK-PP Negeri Kupang. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi antara lembaga pelatihan, pendidikan vokasi pertanian, serta pelaku utama di lapangan.
Gerakan Tanam Padi Serentak ini sendiri menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan serta memperkuat kontribusi NTT terhadap ketahanan pangan nasional.
