Arsip Artikel Peternakan

  • PM-AAS Meningkatkan Produktivitas Sekaligus Pendapatan Petani

    Oleh: Galih Fajar Antasari, S.Tr.Pt., M.Sc.

    Selama bertahun-tahun, keberhasilan pembangunan pertanian sering diukur dari besarnya produksi yang berhasil dicapai. Semakin tinggi produksi padi, semakin besar pula kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional. Pendekatan tersebut memang penting, namun belum sepenuhnya menggambarkan kondisi yang dihadapi petani di lapangan. Tidak sedikit petani yang mampu meningkatkan hasil panen, tetapi keuntungan yang diperoleh justru tidak bertambah secara signifikan karena biaya produksi terus meningkat. Kenaikan harga pupuk, keterbatasan tenaga kerja, biay...

  • Persiapan Lahan Menjadi Kunci Keberhasilan PM-AAS

    Oleh: Galih Fajar Antasari, S.Tr.Pt., M.Sc.

    Indonesia merupakan salah satu negara produsen padi terbesar di dunia. Selama puluhan tahun, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi nasional, mulai dari pengembangan varietas unggul, pembangunan jaringan irigasi, mekanisasi pertanian, hingga peningkatan penggunaan pupuk. Namun, tantangan yang dihadapi sektor pertanian terus berkembang. Perubahan iklim menyebabkan musim tanam semakin sulit diprediksi, biaya produksi meningkat, tenaga kerja pertanian semakin terbatas, sementara kebutuhan pangan terus bertambah seiring meningkatnya j...

  • Ketika Mikroba Menjadi Sekutu Petani di Lahan Kering

    Oleh: Galih Fajar Antasari, S.Tr.Pt., M.Sc.

    Berdiri di hamparan lahan kering pada puncak musim kemarau memberikan kita perspektif yang sangat berbeda tentang arti sebuah ketangguhan. Sinar matahari yang terik memanggang permukaan tanah hingga retak, sementara angin kering membawa pergi sisa sisa kelembapan yang berharga. Di lingkungan agroekosistem semi-arid seperti yang banyak kita jumpai di Nusa Tenggara Timur, bertani bukanlah sekadar menebar benih dan menunggu panen. Bertani di wilayah ini adalah sebuah negosiasi harian dengan alam yang keras. Sebagai praktisi dan widyaiswara yang terus me...

  • Bio-Input dan Pertanian Presisi untuk Masa Depan Lahan Kering

    Oleh: Galih Fajar Antasari, S.Tr.Pt., M.Sc.

    Pertanian lahan kering selama puluhan tahun menjadi tulang punggung kehidupan masyarakat di banyak wilayah Indonesia Timur. Namun dalam beberapa dekade terakhir, tantangan yang dihadapi sektor ini semakin kompleks. Perubahan iklim menyebabkan pola hujan menjadi tidak menentu, musim kemarau berlangsung lebih panjang, dan suhu udara cenderung meningkat. Kondisi tersebut memperbesar risiko gagal panen sekaligus meningkatkan biaya produksi yang harus ditanggung petani.

    Di wilayah semi-arid seperti sebagian kawasan Nusa Tenggara, persoalan tidak berhenti ...

  • PETERNAKAN BERKELANJUTAN: TREN BARU YANG WAJIB DIKETAHUI PETERNAK

    By : Yunindah Lestari Lapihu, S.Pt., M.Si

    Perkembangan zaman membawa perubahan besar dalam dunia peternakan. Jika dulu fokus utama hanya pada hasil produksi, kini peternakan dituntut untuk lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Peternakan berkelanjutan hadir sebagai solusi, yaitu sistem usaha ternak yang tidak hanya menguntungkan saat ini, tetapi juga tetap menjaga lingkungan dan sumber daya untuk masa depan.

     

    Apa Itu Peternakan Berkelanjutan?

    Peternakan berkelanjutan adalah cara beternak yang memperhatikan keseimbangan antara keuntungan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesej...

  • PEMANFAATAN DRONE UNTUK MONITORING LAHAN PERTANIAN

    By : Yunindah Lestari Lapihu, S.Pt., M.Si

     

    Transformasi digital di sektor pertanian terus berkembang pesat dan mulai dirasakan langsung oleh para petani. Salah satu inovasi yang kini semakin banyak dimanfaatkan adalah penggunaan drone untuk monitoring lahan pertanian. Teknologi ini menghadirkan cara kerja yang lebih cepat, akurat, dan efisien dalam mengelola lahan, sekaligus membantu meningkatkan produktivitas secara signifikan. Pemanfaatan drone menjadi bagian dari konsep Precision Agriculture, yaitu sistem pertanian modern yang memanfaatkan data sebagai dasar pengambilan keputusan.

     

    Monito...

  • MENGAPA HARUS PANGAN LOKAL??

     By: Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si

    Pangan lokal adalah makanan yang diproduksi, dikembangkan, dan dikonsumsi secara turun-temurun oleh masyarakat di daerah tertentu, memanfaatkan potensi dan kearifan lokal seperti singkong, sagu, jagung, umbi-umbian, buah, sayur, ikan, dan hasil hutan lainnya, yang kaya nutrisi dan penting untuk diversifikasi pangan serta ketahanan nasional, meskipun sering tergeser oleh makanan modern. Pangan ini sering diolah dengan teknologi sederhana dan menjadi identitas budaya, namun perlu dukungan untuk mengatasi mindset "makanan kelas dua" dan meningkatkan konsumsi m...

  • KUNCI SUKSES CAPAI BOBOT MAKSIMAL SAPI PENGGEMUKAN

    By : Eni Mulyanti, S.Pt., M.Si

    Usaha penggemukan sapi potong merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat peternakan yang mempunyai prospek yang cerah untuk dikembangkan dimasa depan. Tingginya permintaan daging sapi di Indonesia disebabkan oleh adanya kenyataan-kenyataan yang terjadi, antara lain : jumlah penduduk Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun dengan tingkat pertumbuhan sebesar 1,49% per tahun.  Selain itu, konsumsi daging per kapita mengalami peningkatan dari waktu ke waktu sebesar 0,1 kg/kapita/tahun. Akan tetapi keadaan tersebut harus bisa disikapi secara positif.  Den...

  • PELATIHAN KELILING SEBAGAI SOLUSI MENGATASI KESENJANGAN KOMPETENSI PENYULUH DAN PETANI BINAAN BALAI BESAR PELATIHAN PETERNAKAN KUPANG

    By : Ir. Wiwiek Yuniarti Costa, M.Si

    Salah satu upaya mengatasi ketiadaan program atau anggaran pelatihan dalam suatu Institusi pelatihan BBPP Kupang dapat disiasati dengan mengadakan pelatihan keliling sehingga tetap dapat menjawab kebutuhan kompetensi yang diharapkan oleh pengguna dalam hal ini Penyuluh Pertanian Lapangan dan Petani serta peternak .

    Pelatihan Keliling atau disebut juga Mobile Training Unit (MTU) adalah program pelatihan ketrampilan yang dilakukan dengan mendatangi lokasi peserta untuk menjangkau peserta pelatihan yang karena kondisi yang tidak memungkinkan tidak dapat mengik...

  • Kualitas Bokashi dan Kompos Berbasis Feses Ternak untuk Mendukung Tanaman Pangan

    By : Galih Fajar Antasari, S.Tr.Pt., M.Sc

    Bokashi dan kompos sering diperlakukan sebagai produk yang sama dengan nama berbeda. Padahal, secara ilmiah keduanya memiliki jalur biologis, kebutuhan bahan, dan implikasi agronomis yang berbeda. Bokashi adalah produk fermentasi anaerob dengan dominasi mikroorganisme fermentatif, sementara kompos adalah hasil dekomposisi aerob yang menekankan stabilisasi bahan organik. Perbedaan ini menjadikan jenis feses ternak dan komposisi pakannya sebagai variabel penentu keberhasilan, bukan sekadar preferensi teknis.

    Data Pangaribuan (2012) menunjukkan bahwa boka...